Rudal Anti-Kapal Ghadir Unjuk Gigi, Kapal Induk Abraham Lincoln Melarikan Diri
https://parstoday.ir/id/news/iran-i187616-rudal_anti_kapal_ghadir_unjuk_gigi_kapal_induk_abraham_lincoln_melarikan_diri
Pars Today – Departemen Hubungan Masyarakat Militer (Artesh) Republik Islam Iran mengumumkan peluncuran rudal jelajah darat ke laut ke arah kapal induk Abraham Lincoln dan menargetkan kapal tersebut.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Mar 25, 2026 20:22 Asia/Jakarta
  • Rudal jelajah Ghadir
    Rudal jelajah Ghadir

Pars Today – Departemen Hubungan Masyarakat Militer (Artesh) Republik Islam Iran mengumumkan peluncuran rudal jelajah darat ke laut ke arah kapal induk Abraham Lincoln dan menargetkan kapal tersebut.

Menurut laporan Pars Today, Departemen Hubungan Artesh Iran mengumumkan pada hari Rabu (25/03/2026), bahwa rudal jelajah darat ke laut Ghadir milik pasukan Artesh menargetkan gugus tugas Abraham Lincoln dari armada Amerika yang bermusuhan dan memaksa mereka untuk mengubah posisi.

Laksamana Amir Shahram Irani, Komandan Angkatan Laut Artesh Iran, yang secara pribadi mengeluarkan perintah peluncuran rudal ke kapal Abraham Lincoln dari markas strategis pasukan tersebut, sambil memperingati syuhada kapal perusak Dena, mengatakan, “Angkatan Laut Artesh Iran, dengan tekad yang kuat dan supremasi maritim mutlak Republik Islam Iran di Teluk Persia, dan kontrol cerdas Selat Hormuz, serta pengawasan yang kuat atas lalu lintas armada militer dan bermusuhan di utara garis lintang 10 derajat, tidak akan berhenti sampai kami membalas darah syuhada tercinta kami.

Laksamana Amir Irani menambahkan, “Tindakan dan gerakan gugus tugas bermusuhan Abraham Lincoln terus dipantau oleh Angkatan Laut Artesh Iran, dan segera setelah gugus tugas bermusuhan berada dalam jangkauan sistem rudal, mereka akan menjadi sasaran serangan dahsyat Angkatan Laut Artesh.

Tinjauan Umum

Iran telah menunjukkan tekad kuat selama tiga dekade terakhir untuk meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi rudal jelajah, khususnya rudal jelajah anti-kapal. Sama seperti kemampuannya dalam memproduksi rudal balistik canggih dengan bahan bakar cair, padat, dan campuran, Iran bertujuan untuk memposisikan dirinya sebagai kekuatan unggul di bidang rudal jelajah.

Berbagai jenis rudal jelajah antikapal dengan sistem penargetan dan jangkauan yang berbeda telah dikembangkan di Iran hingga saat ini. Pengalaman operasional yang signifikan dalam pertempuran laut diperoleh dalam Perang Iran-Irak selama delapan tahun. Sehubungan dengan hal ini, perolehan berbagai jenis rudal jelajah antikapal, yang dapat diluncurkan dari darat, kapal, dan udara, menjadi salah satu prioritas angkatan bersenjata negara.

Observasi kinerja rudal anti-kapal seperti rudal Harpoon yang dimiliki oleh AL Artesh Iran, dan rudal Exocet Prancis yang dimiliki oleh Irak, serta penggunaan rudal silkworm oleh kedua pihak, mendorong Kementerian Pertahanan Iran untuk berinvestasi secara signifikan dalam desain, konstruksi, dan produksi rudal antikapal dengan jangkauan yang beragam yang memiliki kemampuan untuk diluncurkan dari tiga kategori utama peluncur, yaitu kapal, pesawat terbang, dan platform darat.

Peresmian

Salah satu rudal jelajah antikapal Iran adalah rudal Ghadir, yang menawarkan jangkauan dan akurasi yang signifikan terhadap kapal musuh. Rudal Ghadir diluncurkan pada September 2016 di Tehran dengan kehadiran Letnan Jenderal Hossein Dehghan, Menteri Pertahanan Iran saat itu. Dehghan tentang rudal jelajah Ghadir menyatakan, “Rudal jelajah maritim Ghadir, yang dirancang dan diproduksi oleh para ilmuwan dan ahli terampil dari Organisasi Industri Dirgantara Kementerian Pertahanan Iran, untuk pertama kalinya diserahkan kepada Angkatan Laut Strategis Artesh Iran. Rudal Ghadir memiliki jangkauan jauh dan memiliki fitur-fitur seperti persiapan dan respons cepat, ketinggian terbang rendah, akurasi navigasi tinggi, penghancuran target yang tepat, daya hancur tinggi, dan anti peperangan elektronik.”

Demonstrasi Operasional

Pada tahap kedua latihan gabungan Mohammad Rasulullah, Artesh Iran Iran pada Februari 2018, dua rudal jelajah maritim Ghadir diluncurkan oleh Angkatan Laut Artesh Iran dan berhasil menghancurkan target laut. Salah satu rudal diluncurkan dari kapal perang dan yang lainnya diluncurkan dari peluncur darat bergerak ke target. Dengan demikian, unit rudal Angkatan Laut Artesh Iran sekarang dapat menargetkan target mereka pada jarak yang lebih jauh dari sebelumnya dan dengan akurasi yang lebih tinggi.

Mayor Jenderal Ali Vafadar, Komandan Unit Rudal Angkatan Laut Artesh Iran saat itu, dengan menyinggung penambahan rudal jelajah maritim Ghadir ke armada rudal Angkatan Laut Artesh, menyatakan, “Tentu saja, memiliki rudal jarak jauh akan meningkatkan kekuatan kita di laut dan akan menjadi keuntungan besar di laut, meningkatkan kemampuan tempur unit kita di laut dan di darat.”

Dia menyatakan bahwa rudal ini termasuk dalam kelas jelajah maritim Nour, dan menambahkan, “Rudal ini memiliki akurasi penargetan, daya hancur, dan jangkauan yang lebih besar dibandingkan dengan rudal di kelasnya, yang dapat diluncurkan ke target dari peluncur tetap dan bergerak di darat dan dari kapal.”

Dalam latihan Eghtedar Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam untuk pertahanan yang kuat dari pulau-pulau Iran di Teluk Persia dengan kehadiran Letnan Jenderal Syahid Hossein Salami, Komandan IRGC saat itu, Mayor Jenderal Alireza Tangsiri, Komandan AL IRGC, dan sekelompok komandan dan pejabat Artesh Iran dan pejabat lokal yang dimulai dari 2 Agustus 2023 di Pulau Bushehr, sistem rudal jelajah Ghadir dan rudal balistik Fateh-360 yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan diluncurkan dan ditambahkan ke AL IRGC.

Spesifikasi Rudal Ghadir

Rudal jelajah “CM-300 Ghadir” termasuk dalam kategori rudal antikapal yang memiliki kemampuan khusus seperti jangkauan jauh, akurasi tinggi, daya hancur tinggi, dan kemampuan untuk melawan peperangan elektronik.

Rudal ini termasuk dalam kategori rudal jelajah menengah dan merupakan bagian dari “generasi baru rudal jelajah”. Rudal Ghadir, yang mampu terbang pada ketinggian di bawah 15 meter, dilengkapi dengan sistem antiperang elektronik, navigasi, dan pemandu yang sangat akurat, dan mampu mengidentifikasi, melacak, dan menghancurkan target hingga radius 300 kilometer.

Rudal jelajah Ghadir memiliki kemampuan untuk diluncurkan dari sistem peluncur darat, sistem peluncur berbasis laut seperti berbagai kapal, dan sistem berbasis udara seperti helikopter, yang merupakan keunggulan rudal Ghadir dalam menghadapi target. Rudal ini sebenarnya merupakan versi peningkatan dari rudal “Nour” dan “Ghader” yang membedakannya dari yang lain dalam hal jangkauan, akurasi, dan kekuatan.

Rudal jelajah Ghadir, mirip dengan rudal dari keluarga yang sama dan lebih besar, CM-200 Ghader, tetapi dengan jangkauan yang ditingkatkan menjadi 300 kilometer, digunakan secara luas dalam peluncur darat dan kapal tempur AL Artesh.

Penggunaan rudal ini adalah terhadap target laut dan, seperti rudal jelajah Iran lainnya, memiliki kemampuan untuk diluncurkan dari sistem peluncur darat dan laut, serta berbagai kapal dan helikopter, yang meningkatkan jangkauan dan fleksibilitas operasional unit laut Artesh dan IRGC.

Rudal Ghadir, seperti anggota lain dari keluarga rudal ini, termasuk Nour dan Ghader, menggunakan sistem pemandu inersia untuk fase awal dan pemandu radar aktif untuk fase akhir. Dengan kata lain, setelah target laut ditemukan oleh radar deteksi (baik oleh peluncur darat, kapal, maupun udara), posisi target diberikan kepada rudal dan rudal bergerak menuju target menggunakan sistem pemandu internal atau inersia, yang didasarkan pada akselerometer dan giroskop sebagai sensor gerakan dan rotasi. Setelah mencapai jangkauan target dan tiba waktunya untuk mengaktifkan radar rudal, rudal mengunci target menggunakan radar dan pemandu fase akhir dilakukan secara aktif dengan radar.

Berdasarkan spesifikasi yang diumumkan mengenai rudal CM-300 Ghadir, jangkauan minimal hingga maksimal adalah 15 hingga 300 kilometer, diameter 360 milimeter mirip dengan Ghader, panjang sekitar sama, dan berat 770 kilogram, di mana 165 kilogramnya terdiri dari hulu ledak.

Penggunaan mesin turbujet memungkinkan rudal ini mencapai jangkauan yang lebih jauh dan secara alami dapat mencakup area yang lebih luas untuk mendeteksi dan menargetkan target. Rudal dengan struktur seperti itu, karena mesin turbujet tidak dapat menyediakan kecepatan yang diperlukan untuk peluncuran dan pemisahan rudal dari peluncur pada saat peluncuran, membutuhkan kecepatan awal. Kebutuhan ini dipenuhi dengan menggunakan pendorong bahan bakar padat yang membawa rudal ke kecepatan yang dibutuhkan untuk pengoperasian mesin, dan pendorong tersebut terlepas dari rudal setelah menyelesaikan tugasnya.(sl)