Teror Diplomat Iran di Lebanon, Bukti Nyata Terorisme Terorganisir
-
Kementerian Luar Negeri Iran
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran dalam menanggapi teror keji terhadap diplomat Iran di Lebanon, menyatakan bahwa aksi teroris rezim Zionis ini merupakan bukti nyata terorisme terorganisir dan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan akan menggunakan semua kapasitas hukum dan internasional untuk menindaklanjuti kejahatan ini dan meminta pertanggungjawaban rezim Zionis yang kejam.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA pada hari Jumat (27/03/2026), Kemenlu Iran dalam sebuah pernyataan, sambil mengutuk teror keji terhadap diplomat Iran di Lebanon, menekankan bahwa kejahatan teroris ini, yang direncanakan dan dilaksanakan sebagai kelanjutan dari tindakan agresif dan kejahatan rezim ini terhadap bangsa Iran.
Teks lengkap pernyataan Kementerian Luar Negeri adalah sebagai berikut:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِینَ قُتِلُوا فِی سَبِیلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْیَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ یُرْزَقُونَ
Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali 'Imran: 169)
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran dengan tegas mengutuk kejahatan keji rezim Zionis pembunuh dalam serangan terhadap tempat tinggal beberapa diplomat Iran di Lebanon.
Kejahatan teroris ini, yang direncanakan dan dilaksanakan sebagai kelanjutan dari tindakan agresif dan kejahatan rezim ini terhadap bangsa Iran, mencerminkan sifat jahat rezim pendudukan dan pertentangan intrinsiknya dengan norma-norma dasar hukum dan kemanusiaan, termasuk prinsip kekebalan diplomatik dan keharusan menghormati kedaulatan nasional negara tuan rumah.
Tindakan teroris rezim Zionis dalam meneror diplomat Iran adalah contoh nyata terorisme terorganisir dan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, sambil menyampaikan ucapan selamat dan belasungkawa atas syahidnya mereka yang tercinta kepada keluarga terhormat mereka dan seluruh bangsa Iran, akan menggunakan semua kapasitas hukum dan internasional untuk menindaklanjuti kejahatan ini dan meminta pertanggungjawaban rezim Zionis yang kejam.
Kementerian Luar Negeri, sambil memuliakan kenangan syuhada mulia, Sayid Mohammad Reza Mousavi, Alireza Biazar, Majid Hassani Kandsar, Hossein Ahmadlou, Ahmad Rasouli, dan Amir Moradi menegaskan janji dan ikrar mereka untuk melanjutkan jalan mulia mereka dalam menjaga keamanan dan kepentingan nasional Iran.
Pada hari Minggu dini hari, 8 Maret 2026, rezim Zionis Israel melakukan serangan teroris yang disengaja terhadap Hotel Ramada di Beirut, yang mengakibatkan empat diplomat Republik Islam Iran terbunuh dan mencapai syahid.(sl)