Iran Perketat Kontrol Selat Hormuz
-
Suasana di Selat Hormuz
Pars Today - Reuters melaporkan bahwa Iran memperketat kontrol atas Selat Hormuz dan menuntut pencabutan blokade laut AS sebagai syarat gencatan senjata penuh. Pakistan telah mulai berupaya menjadi mediator.
Melaporkan dari Reuters, Fars News Kamis, 23 April 2026, sementara ketegangan di Selat Hormuz terus berlanjut, Iran memperketat kontrol atas jalur air strategis tersebut setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa serangan telah dibatalkan tanpa batas waktu. Belum ada tanda-tanda dimulainya kembali negosiasi perdamaian.
Status gencatan senjata dua minggu yang seharusnya berakhir awal pekan ini masih belum jelas. Beberapa jam setelah mengancam akan menggunakan kekerasan lagi, Trump tiba-tiba mengumumkan bahwa AS akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal dari Iran dikaji dalam negosiasi perdamaian untuk mengakhiri perang dua bulan itu.
Iran: Gencatan Senjata Hanya Bermakna Jika Blokade Dicabut
Namun, pejabat Iran belum mengumumkan kesepakatan apa pun untuk memperpanjang gencatan senjata. Mereka mengkritik keputusan Trump untuk mempertahankan blokade laut terhadap perdagangan Iran oleh Angkatan Laut AS, yang oleh Iran dianggap sebagai tindakan perang.
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran dan negosiator utama, menyatakan bahwa gencatan senjata penuh hanya masuk akal jika blokade laut dicabut.
Ghalibaf di media sosial menyatakan bahwa pembukaan Selat Hormuz, yang sebelum perang menangani seperlima perdagangan minyak global, tidak mungkin dilakukan dengan "pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata" seperti itu.
Negosiasi damai telah terhenti, dan Pakistan telah masuk sebagai mediator. Belum ada tenggat waktu baru yang ditetapkan untuk gencatan senjata.(sl)