Putin: Rakyat Iran Bertempur dengan Berani untuk Kedaulatannya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189058-putin_rakyat_iran_bertempur_dengan_berani_untuk_kedaulatannya
Pars Today - Presiden Rusia menyatakan bahwa rakyat Iran bertempur dengan berani dan heroik untuk mempertahankan kedaulatan mereka.
(last modified 2026-04-27T16:23:33+00:00 )
Apr 27, 2026 19:19 Asia/Jakarta
  • Vl;adimir Putin, Presiden Rusia dan Sayid Abbas Araghchi, Menlu Iran
    Vl;adimir Putin, Presiden Rusia dan Sayid Abbas Araghchi, Menlu Iran

Pars Today - Presiden Rusia menyatakan bahwa rakyat Iran bertempur dengan berani dan heroik untuk mempertahankan kedaulatan mereka.

Melaporkan dari IRNA, Senin, 27 April 2026, Vladimir Putin dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Araghchi, merujuk pada agresi AS dan rezim Zionis. "Rakyat Iran bertempur dengan berani dan heroik untuk kedaulatan mereka," ujarnya.

Putin mengungkapkan bahwa ia telah menerima pesan dari Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, pekan lalu. "Saya meminta Anda menyampaikan rasa terima kasih tulus saya atas pesan Pemimpin Tertinggi dan mengonfirmasi di Moskow bahwa Rusia, seperti Iran, berniat melanjutkan hubungan strategisnya," kata Putin.

Ia menyatakan harapannya bahwa di bawah kepemimpinan baru, rakyat Iran, dengan mengandalkan keberanian dan keinginan mereka untuk mempertahankan kemerdekaan, dapat melewati masa sulit ini dan mencapai perdamaian.

"Dari pihak kami, kami akan melakukan segala yang menguntungkan Anda dan kepentingan semua orang di kawasan untuk segera mencapai perdamaian," tegas Putin.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan salam hangat dari Pemimpin Tertinggi dan Presiden Pezeshkian. Araghchi berterima kasih atas sikap Rusia yang mendukung Tehran pascaagresi militer AS-Zionis.

"Seluruh dunia menyaksikan kekuatan nyata Iran dalam menghadapi Amerika. Jelaslah bahwa Republik Islam Iran adalah sistem yang stabil, kokoh, dan kuat," ujarnya. "Rakyat Iran, dengan keberanian mereka, mampu melawan agresi Amerika dan akan mampu melewatinya."

Araghchi menegaskan bahwa hubungan Moskow-Tehran adalah kemitraan strategis dan akan terus diperkuat.

Putin tidak hanya mengirim simpati. Ia mengirim pengakuan: Iran berdiri kokoh. Ini bukan basa-basi diplomatik, tetapi analisis dari seorang pemimpin yang paham bahwa tekanan maksimum tidak akan pernah bisa menundukkan bangsa yang berani.

Dengan mengonfirmasi diterimanya pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Putin memberi sinyal bahwa dialog strategis Rusia-Iran berlangsung di level tertinggi. Di tengah perang, ini bukan sekadar komunikasi; ini adalah koordinasi aliansi.

Araghchi menyebut hubungan ini sebagai "kemitraan strategis", dua kata yang di era multipolaritas tidak hanya berarti kerja sama, tetapi juga pernyataan bahwa kedua negara memilih untuk berdiri bersama melawan dominasi unilateral.(sl)