Iran terpilih sebagai Wakil Ketua Konferensi NPT
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189062-iran_terpilih_sebagai_wakil_ketua_konferensi_npt
Pars Today – Republik Islam Iran, di tengah upaya sabotase gencar negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan negara-negara Teluk Persia, berhasil terpilih sebagai Wakil Ketua dan anggota Badan Pimpinan Konferensi Peninjauan NPT.
(last modified 2026-04-28T05:42:44+00:00 )
Apr 28, 2026 12:35 Asia/Jakarta
  • Iran dan NPT
    Iran dan NPT

Pars Today – Republik Islam Iran, di tengah upaya sabotase gencar negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan negara-negara Teluk Persia, berhasil terpilih sebagai Wakil Ketua dan anggota Badan Pimpinan Konferensi Peninjauan NPT.

Seperti dilaporkan Young Journalists Club (YJC); Pada hari pertama penyelenggaraan Konferensi Peninjauan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), Republik Islam Iran terpilih sebagai Wakil Ketua konferensi tersebut dan anggota Badan Pimpinan.

 

Meskipun terdapat upaya besar-besaran dari negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat serta negara-negara Teluk Persia untuk mencegah pemilihan negara tersebut, Republik Islam Iran berhasil masuk ke dalam Badan Pimpinan konferensi kunci ini di bidang perlucutan senjata nuklir.

 

Konferensi Peninjauan Perlucutan Senjata Nuklir merupakan salah satu pertemuan internasional paling penting di bidang perlucutan senjata, non-proliferasi, dan penggunaan energi nuklir secara damai. Konferensi ini melibatkan partisipasi negara-negara anggota untuk meninjau pelaksanaan komitmen negara-negara dalam kerangka rezim perlucutan senjata nuklir internasional. Konferensi ini menyediakan wadah untuk mengevaluasi kemajuan, tantangan, dan kekosongan yang ada dalam mewujudkan perlucutan senjata nuklir, khususnya komitmen negara-negara bersenjata nuklir untuk menghancurkan gudang senjata nuklir mereka.

 

Republik Islam Iran selalu menekankan pentingnya perlucutan senjata nuklir yang lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibalik di forum-forum internasional. Di sisi lain, Iran juga menganggap hak yang tidak dapat dicabut dari negara-negara untuk menggunakan energi nuklir secara damai sebagai prinsip dasar hukum internasional. Kehadiran Iran di Badan Pimpinan konferensi ini, selain memiliki signifikansi diplomatik, juga mencerminkan posisi aktif negara tersebut dalam isu-isu perlucutan senjata nuklir serta perlawanan terhadap pendekatan selektif dan diskriminatif di bidang ini. (MF)