Karrar: Wajah Ambisi Iran Kuasai Teknologi Drone Canggih
-
Drone Karrar
Pars Today - Salah satu pencapaian besar dan patut diapresiasi dari industri pertahanan serta angkatan bersenjata Republik Islam Iran adalah penguasaan teknologi perancangan dan produksi drone canggih.
Dilansir Pars Today, 5 Mei 2026, drone multifungsi Karrar, salah satu produk pertahanan paling dikenal dengan aplikasi luas di lingkungan militer Iran, menjadi contoh nyata dalam bidang ini. Berkat visi jangka panjang para ahli pertahanan Iran, drone ini mampu mengemban beragam peran strategis yang signifikan.
Sekilas Sejarah
Sebelum kemenangan Revolusi Islam Iran, negara ini pernah membeli sejumlah drone target MQM-107 dari Amerika Serikat untuk keperluan pengujian sistem pertahanan udara dan rudal udara-ke-udara milik pesawat tempur. Drone Amerika ini, dengan mesin mikro turbojet-nya, mampu mencapai kecepatan 925 km/jam dan ketinggian terbang sekitar 12 kilometer.
Dalam tahun-tahun terakhir, para ahli Iran berhasil mengembangkan drone baru berbasis MQM-107 dengan kapabilitas dan kemampuan yang jauh lebih mumpuni. Drone Karrar diproduksi oleh Iran Aircraft Manufacturing Industries (HESA) dan resmi diperkenalkan pada Hari Industri Pertahanan, Agustus 2010 (Mordad 1389).
Pada saat peluncuran perdana, dua misi utama drone ini adalah: berfungsi sebagai target terbang untuk menguji sistem radar dan pertahanan udara, serta melaksanakan operasi pengeboman udara.
Generasi Karrar
Hingga kini, empat generasi drone Karrar telah diperkenalkan. Masing-masing memiliki perbedaan minor dalam dimensi dan spesifikasi terbang, tetapi membawa variasi misi yang beragam. Seluruh varian Karrar diluncurkan menggunakan rel peluncur dengan booster bahan bakar padat, serta mendarat dengan bantuan parasut dan airbag. Drone ini menggunakan mesin jet seri Tolou buatan Iran.
Karrar memiliki kemampuan membawa dan meluncurkan persenjataan yang biasa digunakan pesawat tempur berawak. Jika dibandingkan dengan berbagai drone militer di dunia, Karrar bisa disebut sebagai drone paling serba guna dalam satu platform yang relatif tetap.
Misi pengintaian, target latihan udara, serangan terhadap sasaran darat dan laut, intersepsi udara, serangan bunuh diri, hingga perang elektronik, semua telah didefinisikan untuk drone ini. Jika misi antisasaran darat dan laut dipisahkan, maka Karrar saat ini telah dikembangkan untuk tujuh misi militer spesialis dan mampu beroperasi di seluruh bidang tersebut.
Dengan kapabilitas dan ragam misi yang dimilikinya, drone Karrar diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan penting angkatan bersenjata Iran untuk tahun-tahun mendatang.
Spesifikasi Teknis
Karrar memiliki bodi berbentuk silinder, sayap terpasang di bagian bawah, satu mesin turbojet di ekor dengan intake udara di atas, serta ekor berbentuk H. Ujung sayapnya dirancang melengkung untuk mengurangi efek induced drag.
Drone ini dilengkapi satu titik keras di bawah bodi dan satu titik di bawah setiap sayap untuk membawa muatan eksternal. Panjang Karrar 3,75 meter, rentang sayap 3,1 meter, tinggi 1,5 meter, dan berat maksimum lepas landas 750 kg dengan kapasitas muatan 250 kg.
Drone ini mampu mencapai ketinggian maksimum 35.000 kaki (10.670 meter), kecepatan puncak 700 km/jam, kecepatan jelajah 650 km/jam, serta daya tahan terbang 1 jam 15 menit. Varian ini menggunakan mesin jet Tolou-4 dengan bahan bakar JP-4, dan bodinya mayoritas terbuat dari aluminium.
Untuk varian Karrar lainnya, kemampuan terbang hingga ketinggian 40.000 kaki (12.200 meter) dan kecepatan puncak 900 km/jam telah dilaporkan. Drone Karrar memiliki jangkauan 200 km (untuk Karrar-3) saat dikendalikan langsung dari stasiun pangkal, atau 800–1.000 km saat terbang otomatis terprogram tanpa memerlukan koneksi konstan.
Ragam Misi dan Fitur
Karrar diluncurkan dari rel peluncur dengan bantuan booster roket yang akan terlepas setelah bahan bakarnya habis, lalu mesin turbojet utama drone menyala. Secara bertahap, Karrar mengemban misi yang semakin beragam.
Varian awal, yaitu Karrar-1 dan Karrar-2, mulai beroperasi dalam peran target udara, pengeboman sasaran darat, dan serangan antikapal. Selain bom 250 dan 500 pon, kedua model ini juga dipersenjatai rudal jelajah antikapal Kowsar yang mampu menargetkan permukaan laut musuh.
Dalam latihan Defenders of the Sky of Velayat oleh Angkatan Pertahanan Udara Artesh Iran pada November 2019, varian lain bernama Karrar-3 Interceptor digunakan secara operasional. Drone ini beroperasi dengan mode bunuh diri untuk menghantam sasaran. Gambar yang dirilis menunjukkan bahwa untuk meningkatkan akurasi, bagian hidung drone dipasangi sensor optik atau termal guna mengunci target secara visual atau panas sebelum menghantam.
Peran lain yang didefinisikan untuk Karrar, dan telah ditampilkan dalam sejumlah gambar, adalah intersepsi dan pertempuran udara, dikenal sebagai Karrar-4. Drone ini menggunakan mesin Tolou-4 generasi terbaru dengan kemampuan pengaturan daya dorong presisi, serta dipersenjatai rudal pemandu inframerah Shihab Sagheb berbobot 60–80 kg. Gambar terbaru dari latihan pertahanan udara juga mengungkapkan bahwa drone ini kini juga dilengkapi rudal Azarakhsh.
Dalam latihan udara Defenders of the Sky of Velayat 99 oleh Angkatan Udara Republik Islam Iran pada Oktober 2020, misi baru diperkenalkan untuk Karrar: perang elektronik. Dengan konfigurasi ini, Karrar dapat dipasangi pod perang elektronik, baik internal maupun eksternal, untuk melaksanakan operasi gangguan terhadap radar atau sistem komunikasi musuh.(Sail)