Atlet Tenis Iran Tolak Hadapi Lawan Zionis di Final, Kenang Tragedi Minab
-
Hana Shabanpour, atlet tenis Iran
Pars Today - Hana Shabanpour, atlet tenis Iran mengambil langkah heroik dengan mengundurkan diri dari final Tur Dunia J60 Turki. Ia menolak bertanding melawan perwakilan rezim Zionis sebagai bentuk protes terhadap kejahatan terbaru rezim tersebut serta gugurnya puluhan anak dan perempuan tak berdosa.
Dilansir Pars Today, di tengah duka mendalam yang menyelimuti Iran atas gugurnya puluhan anak tak berdosa di Sekolah Shajarat Tayyibah, Minab, yang menjadi korban kejahatan rezim Zionis dan AS yang kriminal, Shabanpour menciptakan momen abadi tentang integritas dan loyalitas terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan nasional di lapangan tenis.
Turnamen Dunia J60 Turki sedang berlangsung ketika Shabanpour, di nomor ganda bersama pasangannya dari Turki, melaju dengan percaya diri ke babak final. Namun, ketika dipastikan bahwa tim lawan di final mencakup perwakilan dari Rusia dan rezim Zionis, Shabanpour memutuskan untuk mundur. Ia menyatakan solidaritasnya dengan anak-anak Minab yang menjadi korban dan mengutuk kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim Zionis.
Hana Shabanpour tidak hanya membawa raket ke lapangan; ia membawa hati nurani. Di saat kemenangan sudah di depan mata, ia memilih untuk kehilangan gelar daripada mengulurkan tangan kepada perwakilan rezim yang sedang membantai anak-anak di Gaza dan Minab. Dunia olahraga mungkin akan melupakan skor pertandingan itu. Namun mereka tidak akan melupakan seorang gadis Iran yang mengundurkan diri, bukan karena takut, tetapi karena keberanian untuk mengatakan: "Harga diri bangsa lebih berharga dari piala.(Sail)