PGSA Tegas: Kontrol Hormuz Tak Bisa Diraih Lewat Sanksi
-
Pernyataan Lembaga Pengelola Jalur Air Teluk Persia (PGSA)
Pars Today - Lembaga Pengelola Jalur Air Teluk Persia (PGSA) menegaskan, "Kendali atas Selat Hormuz yang tidak berhasil Anda raih melalui kehadiran lapangan dan diplomasi, tidak akan pernah bisa Anda peroleh hanya dengan sanksi."
Melansir IRNA dari Sepah News, 30 Mei 2026, Kementerian Keuangan Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan sanksi terhadap Lembaga Pengelola Jalur Air Teluk Persia.
Menanggapi hal tersebut, lembaga ini tidak hanya mengutuk langkah tersebut, tetapi juga menyatakan bahwa disanksi oleh negara yang presidennya membanggakan pembajakan laut justru merupakan indikator kinerja positif bagi mereka.
"Meskipun Amerika Serikat terus melakukan aksi provokatif di perairan Teluk Persia dan Laut Oman, lembaga ini tetap berkomitmen memfasilitasi lalu lintas maritim dengan terus meninjau dan menerbitkan izin lintas bagi kapal-kapal non-hostil, tanpa henti."
Lembaga ini juga mengumumkan bahwa statistik operasional bulan pertama aktivitas PGSA akan segera dirilis untuk publik.
Kronologi dan Konteks
Latar Belakang:
• AS (via Kementerian Keuangan) menjatuhkan sanksi pada PGSA
• PGSA merespons dengan pernyataan resmi via Sepah News
Posisi PGSA:
• Mengutuk sanksi sebagai tindakan politik, bukan hukum
• Mengklaim sanksi sebagai "validasi" atas kinerja mereka
• Menegaskan komitmen pada kebebasan pelayaran yang teratur
Situasi Lapangan:
• AS dituding melakukan aksi provokatif di Teluk Persia dan Laut Oman
• PGSA tetap beroperasi: meninjau dan menerbitkan izin lintas
• Kapal non-hostil tetap dapat melintas dengan koordinasi
Yang Akan Datang:
• Laporan statistik operasional bulan pertama PGSA
• Tujuannya: transparansi dan legitimasi publik internasional
Pernyataan ini bukan sekadar reaksi emosional. Ia adalah strategi komunikasi: mengubah narasi 'sanksi yang sama dengan hukuman' menjadi 'sanksi adalah pengakuan'.(Sail)