Warna di Balik Lensa: Foto 'Gerak' dari Kermanshah Tembus 35th Moscow Mobile Photo Festival
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190756-warna_di_balik_lensa_foto_'gerak'_dari_kermanshah_tembus_35th_moscow_mobile_photo_festival
Pars Today - Karya Mohammad Amin Sharafyani, seorang pembuat film dan fotografer anggota Asosiasi Sinema Muda Kermanshah, berhasil masuk dalam daftar akhir seleksi dan menjadi bagian dari 2 persen fotografer terbaik di Festival Foto Ponsel Moskow ke-35.
(last modified 2026-06-01T08:56:08+00:00 )
Jun 01, 2026 17:47 Asia/Jakarta
  • Karya Mohammad Amin Sharafyani
    Karya Mohammad Amin Sharafyani

Pars Today - Karya Mohammad Amin Sharafyani, seorang pembuat film dan fotografer anggota Asosiasi Sinema Muda Kermanshah, berhasil masuk dalam daftar akhir seleksi dan menjadi bagian dari 2 persen fotografer terbaik di Festival Foto Ponsel Moskow ke-35.

Dilansir IRNA, 1 Juni 2026, Sharafyani, seniman muda dari Kermanshah, dengan karyanya yang bertema "Gerakan", meraih kesuksesan di ajang foto ponsel paling bergengsi di dunia. Namanya kini tercatat di antara peserta terbaik festival internasional tersebut.

Menurut penyelenggara, karya seniman Kermanshah ini lolos ke babak final setelah melewati berbagai tahap penjurian, dan ditempatkan di antara 2 persen karya dan fotografer terbaik.

Festival ini digelar setiap tahun dengan ribuan karya dari seluruh dunia, dan menjadi wadah untuk menampilkan bakat fotografer ponsel.

Sharafyani, yang juga memegang gelar doktor di bidang Teknik Sipil, telah aktif di dunia fotografi dalam beberapa tahun terakhir. Ia telah menggelar enam pameran foto di Kermanshah.

Prestasi ini menunjukkan kapasitas dan bakat seniman Kermanshah di kancah internasional, sekaligus menegaskan posisi seni fotografi Iran di ajang global.

Seorang insinyur sipil yang juga fotografer berhasil menembus 2 persen terbaik dunia di festival foto ponsel Moskow. Ini membuktikan bahwa seni tidak mengenal batasan profesi, dan bahwa bakat bisa bersinar dari mana saja—termasuk dari kota Kermanshah di barat Iran.

Dia menghitung angka di siang hari sebagai insinyur. Di malam hari, ia membidik cahaya sebagai seniman. Dan kini, lensa ponselnya berbicara lebih keras dari papan gambar. Prestasi ini bukan hanya milik Kermanshah, tetapi juga milik Iran: bahwa di tengah tekanan, kreativitas tetap mekar.(Sail)