Iran "Jawab" Pelanggaran Lebanon dengan Penutupan Selat Hormuz: Esok Bisa Lebih Parah
-
Markas Besar Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran
Pars Today - Markas Besar Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran mengumumkan, "Mengingat pengingkaran janji dan pelanggaran perjanjian yang terang-terangan oleh Amerika Serikat terkait tidak dilaksanakannya pasal pertama nota kesepahaman tentang penghentian perang, dan sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus oleh rezim Zionis di Lebanon selatan, Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal."
Melansir Fars, 20 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa teks pernyataan Markas Besar Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran adalah sebagai berikut:
"Dan jika mereka melanggar sumpah mereka setelah perjanjian mereka, dan mencaci maki agamamu, maka perangilah para pemimpin kekafiran—karena sesungguhnya mereka tidak memiliki komitmen, agar mereka berhenti (melanggar)." (QS. At-Taubah [9]: 12)
"Mengingat pengingkaran janji dan pelanggaran perjanjian yang terang-terangan oleh Amerika Serikat terkait tidak dilaksanakannya pasal pertama nota kesepahaman tentang penghentian perang, dan sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus oleh rezim Zionis di Lebanon selatan, pembantaian kejam, dan pengungsian ratusan ribu orang dari rakyat tertindas di negeri ini, serta mengingat tidak ditariknya pasukan pendudukan Zionis dari wilayah Lebanon selatan, dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal."
"Ditegaskan bahwa langkah ini adalah langkah pertama sebagai respons terhadap pengingkaran janji musuh. Jika agresi berlanjut, langkah-langkah berikutnya akan direncanakan dan diambil untuk memaksa musuh mematuhi komitmennya."
Humas Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengumumkan: "Mengingat kejahatan rezim Zionis di Lebanon dan pelanggaran komitmen AS dalam menegakkan gencatan senjata, Selat Hormuz ditutup untuk semua kapal."
Dalam pernyataan Angkatan Laut IRGC disebutkan, "Ditegaskan bahwa Selat Hormuz ditutup. Kapal-kapal tidak boleh mendekati Selat Hormuz; jika tidak, keselamatan mereka akan terancam."
Dari Gencatan Senjata ke Blokade Total: Iran Menarik Kartu Terakhir
Langkah ini adalah eskalasi dramatis yang mengubah seluruh dinamika pasca-MoU. Iran tidak hanya mengancam—mereka bertindak.
1. Mengapa Sekarang?
Pemicu langsungnya adalah serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan dan kegagalan AS untuk menghentikannya. Iran telah memperingatkan bahwa setiap pelanggaran gencatan senjata di Lebanon akan dianggap sebagai pelanggaran MoU oleh AS sendiri. Kini, mereka menepati ancaman itu.
2. "Langkah Pertama" vs "Langkah Berikutnya"
Pernyataan Markas Khatam al-Anbiya menyebut bahwa ini adalah "langkah pertama" —artinya, masih ada langkah-langkah lain yang bisa diambil jika Israel dan AS tidak menghentikan agresi. Apa langkah berikutnya? Bisa berupa serangan langsung terhadap kepentingan AS di kawasan, atau eskalasi di front lain (Yaman, Irak, Suriah).
Yang jelas: Iran telah mengambil langkah yang sangat berisiko. Mereka sekarang bermain di level tertinggi: mempertaruhkan perang global untuk memaksa AS menahan sekutunya sendiri. Ini adalah ujian paling berat bagi MoU yang baru saja ditandatangani.(Sail)