Baghaei: Agresi Diplomat Israel di PBB Adalah Buah Impunitas
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191828-baghaei_agresi_diplomat_israel_di_pbb_adalah_buah_impunitas
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pesan di jejaring sosial X menulis, "Agresi perwakilan rezim pendudukan terhadap perwakilan Sekretaris Jenderal untuk urusan anak-anak dan konflik bersenjata adalah konsekuensi dari impunitas mutlak rezim tersebut."
(last modified 2026-06-20T16:33:12+00:00 )
Jun 20, 2026 23:31 Asia/Jakarta
  • Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pesan di jejaring sosial X menulis, "Agresi perwakilan rezim pendudukan terhadap perwakilan Sekretaris Jenderal untuk urusan anak-anak dan konflik bersenjata adalah konsekuensi dari impunitas mutlak rezim tersebut."

Melansir Pars Today dari IRIB News Agency, 20 Juni 2026, Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dalam pesan di jejaring sosial X dengan mempublikasikan klip serangan verbal dan penghinaan perwakilan rezim Zionis terhadap perwakilan Sekretaris Jenderal untuk urusan anak-anak dan konflik bersenjata, menulis, "Pertunjukan memalukan kesombongan dan penghinaan terhadap hukum, keadilan, dan moralitas ini adalah konsekuensi jelas dari impunitas mutlak yang diberikan oleh para pendukung dan penyokong sebuah rezim rasis dan teroris; rezim yang dengan menolak semua norma dunia beradab, masih melanjutkan kampanye genosida kolonialnya tidak hanya di Palestina terjajah, tetapi di seluruh kawasan."

Baghaei menegaskan, "Tidakkah sudah tiba saatnya dunia berdiri menghadapi ancaman berkelanjutan rezim ini terhadap perdamaian dan kemanusiaan?"

Konteks Insiden: Laporan Penyiksaan Anak-Anak Palestina

Perlu dicatat bahwa pada hari Jumat (19/6) dalam sidang PBB tentang anak-anak dan konflik bersenjata, perwakilan rezim Zionis melakukan serangan mengancam terhadap Nyonya Vanessa Frazier, perwakilan Sekretaris Jenderal untuk urusan anak-anak dan konflik bersenjata. Nyonya Vanessa Frazier telah mempresentasikan laporan terdokumentasi tentang penyiksaan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak Palestina oleh rezim Zionis kepada sidang tersebut.

Insiden ini menyingkap dimensi yang jarang terlihat dari diplomasi internasional: bahwa di balik prosedur formal sidang PBB, terdapat ketegangan yang sangat personal dan emosional. Ketika seorang diplomat menyerang secara verbal perwakilan yang baru saja mempresentasikan laporan tentang penyiksaan anak-anak, itu bukan sekadar "perbedaan pendapat diplomatik", itu adalah penolakan terhadap realitas yang didokumentasikan. Dan reaksi Baghaei tidak hanya mengkritik individu, tapi menunjuk pada struktur yang lebih besar: "impunitas mutlak" yang diberikan oleh para pendukung rezim. Ini adalah argumen yang kuat: bahwa perilaku diplomat bukan hanya cerminan individu, tapi cerminan sistem yang membiarkannya tidak dihukum.(Sail)