Kit Nano Iran Deteksi Dini Bakteri Pemicu Kanker Lambung
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191830-kit_nano_iran_deteksi_dini_bakteri_pemicu_kanker_lambung
Pars Today - Sebuah perusahaan berbasis pengetahuan (startup teknologi) Iran berhasil memproduksi kit diagnostik cepat berbasis nano yang dapat mendeteksi keberadaan bakteri penyebab tukak lambung dan kanker lambung pada sampel manusia dengan akurasi tinggi dan tanpa memerlukan metode invasif.
(last modified 2026-06-21T04:19:21+00:00 )
Jun 21, 2026 11:17 Asia/Jakarta
  • Kit Nano Iran Deteksi Dini Bakteri Pemicu Kanker Lambung
    Kit Nano Iran Deteksi Dini Bakteri Pemicu Kanker Lambung

Pars Today - Sebuah perusahaan berbasis pengetahuan (startup teknologi) Iran berhasil memproduksi kit diagnostik cepat berbasis nano yang dapat mendeteksi keberadaan bakteri penyebab tukak lambung dan kanker lambung pada sampel manusia dengan akurasi tinggi dan tanpa memerlukan metode invasif.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, perusahaan berbasis pengetahuan Iran "Zist Tashkhis Sanjeh" berhasil memproduksi kit diagnostik cepat berbasis nano untuk mengidentifikasi Helicobacter pylori; mikroorganisme yang dikenal sebagai salah satu faktor penting dalam menyebabkan tukak lambung, tukak duodenum, dan kanker lambung.

 

Produk ini dikembangkan berdasarkan teknologi aliran lateral (Lateral Flow Assay) dan menyediakan kemungkinan diagnosis infeksi yang cepat, mudah, dan murah bagi pusat-pusat kesehatan dan laboratorium, serta untuk penggunaan di rumah.

 

Meskipun terjadinya kanker lambung dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti latar belakang genetik, pola makan, gaya hidup, dan riwayat keluarga, tetapi Helicobacter pylori dianggap sebagai salah satu faktor terpenting yang dapat dikendalikan dan diobati. Oleh karena itu, diagnosis infeksi yang tepat waktu dan pengobatan yang sesuai dapat efektif dalam mengurangi risiko penyakit pencernaan yang serius.

 

Kit yang diproduksi oleh perusahaan berbasis pengetahuan Iran ini menggunakan teknologi diagnostik cepat berbasis antibodi dan mampu mengidentifikasi antigen permukaan Helicobacter pylori dalam sampel feses. Metode ini, dibandingkan dengan banyak metode diagnosis umum, menawarkan keuntungan seperti kecepatan tinggi, biaya lebih rendah, tidak memerlukan peralatan laboratorium yang rumit, dan non-invasif bagi dokter dan pasien.

 

Fitur lain dari produk Iran ini adalah kemungkinan penggunaannya di berbagai lingkungan kesehatan dan diagnostik. Laboratorium diagnostik medis, pusat kesehatan, rumah sakit, klinik spesialis pencernaan, apotek, dan bahkan pengguna rumahan dapat menggunakan kit ini untuk skrining dan diagnosis awal. Kemampuan ini dapat membantu meningkatkan akses ke layanan diagnostik dan memfasilitasi proses identifikasi pasien.

 

Para pakar percaya bahwa pengembangan teknologi semacam itu di dalam Iran, selain mengurangi ketergantungan pada produk impor, dapat mengarah pada peningkatan sistem skrining, peningkatan akses pasien ke layanan diagnostik, dan pengurangan biaya sistem kesehatan.(MF)