"Anak-Anak Minab Melihat Kami": Ghalibaf Bawa Pesan Duka & Tekad di Awal Misi Swis
-
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Tim Perunding Republik Islam Iran
Pars Today - Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Tim Perunding Republik Islam Iran "Minab 168", sesaat setelah tiba di Zurich, Swis, dalam unggahan di akun pribadinya di media sosial X, menulis:
"Anak-anak tertindas di Minab dan seluruh syuhada Iran yang tercinta, mereka melihat kita dan memiliki harapan pada kita. Semoga aku tidak mengecewakan syuhada yang tertindas dan bangsa Iran, dan semoga aku bergabung dengan mereka dalam keadaan terhormat; mereka yang sangat aku rindukan untuk bertemu."
Dalam serangan 28 Februari 2025 (9 Esfand 1404) oleh AS dan rezim Zionis ke Sekolah Dasar Shajareh Tayyibeh di kota Minab, selatan Iran, lebih dari 170 siswi perempuan dan seorang guru gugur sebagai syahid, dan banyak lainnya terluka.
Tim perunding Republik Islam Iran, dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf, tiba di Swis pada Sabtu (20/6) malam waktu setempat untuk menindaklanjuti pelaksanaan komitmen pihak Amerika dalam Nota Kesepahaman Islamabad.
Pesan Ghalibaf ini, yang ia sampaikan di menit-menit pertama kedatangannya di Swis, adalah pernyataan simbolis yang sangat kuat.
Dengan menyebut "anak-anak Minab" dan "seluruh syahid Iran," Ghalibaf mengingatkan semua pihak bahwa perundingan ini bukan sekadar permainan diplomatik di ruang ber-AC. Ini adalah misi yang sarat dengan beban sejarah dan moral.
Mengapa Minab?
Serangan ke Sekolah Shajareh Tayyibeh di Minab adalah salah satu peristiwa paling tragis dalam perang ini. Dengan menyebutnya secara spesifik, Ghalibaf memastikan bahwa dunia tidak melupakan kejahatan perang yang terjadi di Iran, dan bahwa tim perundingnya tidak akan membiarkan keadilan bagi para korban dikorbankan demi kepentingan politik.(Sail)