Dari Bendungan hingga Restorasi: BRICS Bangun Aliansi Selamatkan Lahan Kritis
-
Lingkungan Hidup
Pars Today - Para pakar lingkungan memperingatkan meluasnya wilayah kering di dunia.
Melansir Pars Today dari BRICS TV, 23 Juni 2026, para pakar lingkungan dengan peringatan tentang meluasnya wilayah kering di dunia, menekankan perlunya kerja sama negara-negara BRICS untuk menghadapi tren ini. Gabriela de Fatima Sia, pakar pembangunan berkelanjutan dan kerja sama lingkungan internasional, dengan merujuk pada data terbaru Konvensi PBB untuk Melawan Desertifikasi (UNCCD), mengatakan bahwa lebih dari 77 persen lahan dunia dalam tiga dekade hingga tahun 2020 mengalami kondisi yang lebih kering dibandingkan 30 tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa tren ini juga telah sangat mempengaruhi negara-negara anggota BRICS.
Alexandra Kudzagova, pakar hukum lingkungan, juga mencatat bahwa kekeringan telah mempengaruhi hampir semua negara BRICS, dan setiap tahun masing-masing anggota mungkin harus bergulat dengannya.
Inisiatif BRICS: Dari Bendungan hingga Restorasi Lahan
Di tengah semua ini, BRICS juga telah merancang langkah-langkah dalam rangka memerangi desertifikasi. Di antaranya adalah memperluas kerja sama lingkungan organisasi ini dan pembentukan kelompok kerja lingkungan untuk koordinasi kebijakan bersama.
Di sisi lain, Bank Pembangunan Baru BRICS (New Development Bank) hingga kini telah menyetujui lebih dari 120 proyek senilai sekitar 40 miliar dolar, dan mengalokasikan sebagian sumber daya untuk proyek-proyek lingkungan. Selain itu, inisiatif "Kemitraan BRICS untuk Restorasi Lahan" yang diperkenalkan pada tahun 2025 di Brasilia, berfokus pada perlindungan tanah, restorasi ekosistem yang rusak, pengendalian salinitas dan keasaman tanah, serta dukungan teknis bagi para petani.
Laporan ini menyingkap pergeseran penting dalam agenda BRICS: dari yang sebelumnya fokus pada infrastruktur besar (bendungan, jalan, pelabuhan) menuju restorasi ekologis. Ini bukan sekadar perubahan prioritas, ini adalah pengakuan bahwa pembangunan tanpa kelestarian lingkungan adalah pembangunan yang pada akhirnya menghancurkan dirinya sendiri. Dan yang menarik: BRICS yang anggotanya mencakup beberapa negara dengan lahan kritis terluas di dunia (China, India, Brasil, Rusia, Afrika Selatan, dan kini anggota baru), memiliki kepentingan langsung untuk memimpin perjuangan ini. Inisiatif "Kemitraan untuk Restorasi Lahan" yang diluncurkan di Brasilia pada 2025 adalah sinyal bahwa BRICS tidak hanya ingin menjadi kekuatan ekonomi alternatif, tapi juga pemimpin dalam solusi krisis ekologis global.(Sail)