Terobosan Ilmuwan Iran: Konsentrasi Garam di Otak Tentukan Efektivitas "Deep Brain Stimulation"
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191956-terobosan_ilmuwan_iran_konsentrasi_garam_di_otak_tentukan_efektivitas_deep_brain_stimulation
Pars Today - Sebuah penelitian baru di Universitas Tehran menunjukkan bahwa konsentrasi garam dalam jaringan tubuh dapat menjadi faktor penentu keberhasilan terapi elektrik bagi pasien Parkinson.
(last modified 2026-06-23T05:39:17+00:00 )
Jun 23, 2026 12:27 Asia/Jakarta
  • Pengobatan Parkinson
    Pengobatan Parkinson

Pars Today - Sebuah penelitian baru di Universitas Tehran menunjukkan bahwa konsentrasi garam dalam jaringan tubuh dapat menjadi faktor penentu keberhasilan terapi elektrik bagi pasien Parkinson.

Melansir Pars Today, 22 Juni 2026, studi ini dilakukan di Laboratorium Biotermodinamika Pusat Penelitian Biokimia dan Biofisika Universitas Tehran, dan mengungkap mekanisme pengaruh garam natrium klorida terhadap pemecahan agregat protein "alfa-sinuklein" sebagai faktor kunci dalam meningkatkan proses pengobatan penyakit Parkinson.

Dalam beberapa tahun terakhir, metode "stimulasi listrik pada area dalam otak" (Deep Brain Stimulation) telah mendapat perhatian karena kemampuannya untuk meningkatkan aktivitas area yang rusak dan mempercepat proses pemecahan agregat protein berbahaya. Sejalan dengan itu, penelitian yang dilakukan di bawah bimbingan Dr. Ali Akbar Sabouri dan Dr. Parisa Ebrahimi di laboratorium tersebut mengkaji peran natrium klorida dalam efektivitas terapi ini.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi natrium klorida yang secara alami terdapat dalam jaringan tubuh manusia yang sehat dapat meningkatkan efisiensi terapi elektrik secara signifikan. Sebaliknya, peningkatan konsentrasi garam yang berlebihan dalam jaringan akan menetralkan efek pulsa listrik dan memperlambat proses penyembuhan.

Pencapaian ilmiah ini merupakan bagian dari tesis Zahra Shaybeh, mahasiswa pascasarjana Biofisika, dengan judul "Studi Pengaruh Medan Listrik Pulsa terhadap Struktur Alfa-Sinuklein pada Kekuatan Ionik Berbeda melalui Simulasi Dinamika Molekuler", di bawah bimbingan Dr. Ali Akbar Sabouri, profesor terkemuka di Pusat Penelitian Biokimia dan Biofisika.

Perlu diketahui bahwa penyakit Parkinson, dengan terus meningkatnya jumlah penderita di dunia, telah menjadi salah satu tantangan paling kompleks di bidang kesehatan. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa penumpukan dan perubahan struktur protein alfa-sinuklein dalam jaringan saraf adalah penyebab utama penyakit ini. Oleh karena itu, mencegah penumpukan atau mempercepat pemecahan protein-protein ini memainkan peran penting dalam meningkatkan proses pengobatan.

Namun, efektivitas metode elektrik sejauh ini masih terbatas dan bersifat jangka pendek, dan belum diakui sebagai pengobatan definitif. Temuan baru dari Universitas Tehran ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan pendekatan terapi dan meningkatkan efektivitasnya di masa depan.

Penemuan yang Menggugah Harapan

Penelitian ini memberikan harapan baru bagi jutaan penderita Parkinson di dunia. Dengan memahami bahwa konsentrasi garam dalam jaringan otak dapat memengaruhi efektivitas terapi stimulasi listrik, para dokter dan peneliti dapat mengembangkan protokol pengobatan yang lebih personal dan efektif.

"Konsentrasi Optimal" vs "Terlalu Banyak"

Temuan menarik dari penelitian ini adalah efek konsentrasi garam yang tidak linier: terlalu sedikit garam tidak efektif, tetapi terlalu banyak juga berbahaya. Ini membuka jalan bagi pengembangan "terapi yang disesuaikan" (personalized medicine) berdasarkan profil biokimia pasien.

Lompatan Kecil untuk Iran, Lompatan Besar untuk Sains

Meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal, ini adalah contoh bagaimana ilmuwan Iran terus berkontribusi pada ilmu pengetahuan global, bahkan di tengah tekanan sanksi dan isolasi internasional. Ini adalah pengingat bahwa sains tidak mengenal batas politik.(Sail)