Iran Kaitkan Tragedi Sardasht dengan Serangan AS-Israel 2026
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192206-iran_kaitkan_tragedi_sardasht_dengan_serangan_as_israel_2026
Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Hukum dan Internasional, pada peringatan tahunan pemboman kimia kota Sardasht, menegaskan bahwa mereka akan menindaklanjuti tanggung jawab para pelaku kejahatan ini dengan serius.
(last modified 2026-06-28T07:44:58+00:00 )
Jun 28, 2026 14:43 Asia/Jakarta
  • Kazem Gharibabadi, Wamenlu Urusan Hukum dan Internasional
    Kazem Gharibabadi, Wamenlu Urusan Hukum dan Internasional

Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Hukum dan Internasional, pada peringatan tahunan pemboman kimia kota Sardasht, menegaskan bahwa mereka akan menindaklanjuti tanggung jawab para pelaku kejahatan ini dengan serius.

Melansir IRIB, 28 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Kazem Gharibabadi, Wamenlu Urusan Hukum dan Internasional, dalam sebuah pesan di media sosial, menulis :

"Sardasht bukan hanya korban bom kimia; ia juga korban standar ganda dan keheningan negara-negara seperti Jerman, Amerika, Inggris, dan Belanda yang mempersenjatai rezim Saddam dengan senjata-senjata tidak manusiawi ini, dan kemudian menutup mata terhadap penderitaan ribuan korbannya. Kami akan menindaklanjuti tanggung jawab para pelaku kejahatan ini dengan serius."

Pada tanggal 28 Juni 1987 (7 Tir 1366), angkatan udara rezim Ba'ath Irak menjatuhkan bom kimia di empat titik padat di kota Sardasht, barat laut Iran. Dalam serangan ini, 110 warga sipil tewas dan 8.000 lainnya terpapar gas beracun, dan masih menderita akibat dampaknya hingga saat ini.

Pernyataan Gharibabadi ini adalah pengingat bahwa bagi Iran, penderitaan Sardasht tidak hanya disebabkan oleh senjata kimia itu sendiri, tetapi juga oleh apa yang mereka anggap sebagai kemunafikan dan standar ganda negara-negara Barat. Tuduhan bahwa negara-negara seperti Jerman, AS, Inggris, dan Belanda mempersenjatai rezim Saddam Hussein dengan senjata kimia, dan kemudian diam terhadap penderitaan para korban, adalah narasi yang kuat yang terus membentuk persepsi Iran tentang dunia internasional.

Dengan mengaitkan kejahatan masa lalu Saddam dengan agresi AS-Israel saat ini, Iran berusaha menunjukkan bahwa mereka menghadapi musuh yang sama, musuh yang menggunakan senjata tidak manusiawi dan standar ganda. Ini adalah upaya untuk membangun solidaritas domestik dan untuk menciptakan narasi bahwa Iran adalah korban abadi dari agresi dan ketidakadilan internasional.(Sail)