Pezeshkian: Perlawanan Bangsa Iran Menciptakan Martabat Negara di Dunia Islam
-
Presiden Pezeshkian di Qom
Pars Today - Presiden Iran, dalam pertemuannya dengan anggota Asosiasi Guru Hauzah Ilmiah (Seminari) Qom, menyebut perlawanan rakyat Iran, pengorbanan angkatan bersenjata, dan kohesi nasional sebagai faktor utama dalam melewati situasi sulit dan penciptaan martabat bagi Iran di dunia Islam.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, dalam pertemuan dengan anggota Asosiasi Guru Hauzah Ilmiah Qom, seraya mengenang para syuhada perang yang dipaksakan terbaru, berterima kasih atas keteguhan bangsa Iran, pengorbanan angkatan bersenjata, dan kerja sama langka dari berbagai lapisan masyarakat dalam melewati situasi sulit negara, dan mengatakan: "Apa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir adalah manifestasi jelas dari kohesi nasional, kesetiaan rakyat kepada Iran dan revolusi, serta kesiapan semua kapasitas negara untuk membela martabat dan keamanan nasional."
Pezeshkian, merujuk pada penciptaan epik oleh angkatan bersenjata Iran dalam membela negara, serta kerja sama para pedagang, produsen, dan pelaku ekonomi dalam memenuhi kebutuhan rakyat dalam kondisi khusus, menambahkan: "Pada hari-hari ketika musuh berusaha, dengan tekanan menyeluruh, untuk menciptakan gangguan dan ketidakamanan di negara, bangsa Iran, dengan solidaritas dan kehadiran sadarnya, menggagalkan rencana-rencana mereka."
Presiden Iran juga menjelaskan proses negosiasi dan kesepakatan antara Iran dan AS, dan menyatakan: "Semua tahap negosiasi dilakukan dalam kerangka kebijakan makro sistem, dengan koordinasi penuh dan berkelanjutan dengan Pemimpin Revolusi Islam dan dalam bingkai mekanisme hukum negara, dan pemerintah Iran di semua tahap, menindaklanjuti penegakan hak-hak bangsa Iran dari posisi martabat, otoritas, dan menjaga kepentingan nasional."
Presiden Iran di bagian akhir pidatonya, tentang penuntutan hukum kejahatan AS dan rezim Zionis terhadap bangsa Iran, mengatakan: "Pemerintah Iran telah menggunakan semua kapasitas hukum domestik dan internasional untuk menuntut kejahatan-kejahatan ini, dan tidak akan mundur dari jalur ini sampai hak-hak bangsa Iran ditegakkan." (MF)