Amir Hatami: Bangsa Iran Tidak Akan Pernah Menyerah
Panglima Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, dalam sebuah pesannya mengajak seluruh rakyat untuk menghadiri secara heroik dan bersejarah upacara penghormatan dan pemakaman Panglima Tertinggi Syahid, seraya menegaskan bahwa bangsa Iran tidak akan pernah menyerah kepada musuh dan akan tetap bertahan hingga akhir.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, berikut isi pesan Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran:
"Bangsa Iran yang mulia, penuh kehormatan, dan sedang berduka; kesyahidan Pemimpin Bangsa, Imam Umat, dan Panglima Agung Revolusi Islam, Ayatullah Agung Sayid Ali Hosseini Khamenei, di tangan musuh-musuh yang penuh kebencian, yakni Amerika Serikat dan rezim Zionis pendudukan, telah meninggalkan duka yang mendalam bagi bangsa Iran, umat Islam, dan seluruh pencinta kebebasan di dunia."
Ia menyatakan bahwa musuh-musuh Iran mengira tindakan tersebut akan menghancurkan tekad bangsa Iran dan mematahkan semangat perlawanan, namun yang terjadi justru sebaliknya: mereka menghadapi bangsa yang lebih bersatu dan lebih teguh daripada sebelumnya.
Hatami menambahkan bahwa pemimpin tersebut hingga akhir hayatnya tetap menjaga garis perlawanan dengan keberanian dan kebijaksanaan serta tidak pernah mundur menghadapi ancaman maupun tekanan musuh. Warisan keteguhan dan perlawanan yang ditinggalkannya, menurut Hatami, akan tetap dikenang oleh seluruh bangsa yang mencintai kebebasan.
Ia menegaskan bahwa kini rakyat Iran berkewajiban memperbarui ikrar setia kepada jalan dan cita-cita Revolusi Islam melalui kehadiran yang besar, bersatu, dan penuh kesadaran dalam upacara penghormatan dan pemakaman. Menurutnya, kehadiran tersebut akan menjadi pesan yang jelas kepada musuh bahwa jalan pemimpin syahid itu akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan penggantinya.
Atas nama seluruh prajurit Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Hatami mengajak seluruh rakyat, keluarga para syuhada, para pejuang, dan seluruh pendukung poros perlawanan untuk mengantarkan kepergian pemimpin syahid dan para syuhada lainnya secara heroik dan bersejarah, serta sekali lagi menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Iran tidak akan pernah menyerah kepada musuh dan akan tetap bertahan hingga akhir.
Sementara itu, Komandan Garda Revolusi Iran pada masa Perang Pertahanan Suci Delapan Tahun, Mayjen Rezaei, dalam pesannya menyatakan bahwa ketika rakyat Iran bersiap mengucapkan salam perpisahan terakhir kepada pemimpin syahid, mereka memiliki kesempatan yang tak tertandingi untuk menciptakan prosesi pemakaman terbesar dalam sejarah Iran. Menurutnya, prosesi yang dihadiri jutaan orang itu bukan hanya akan menimbulkan keputusasaan di kalangan para pemimpin Amerika Serikat saat ini, tetapi juga akan menghapus selamanya setiap gagasan untuk melakukan agresi terhadap Iran.