Gharibabadi: Kesyahidan Imam Khamenei Simbol Berlanjutnya Permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran
Wakil Menteri Luar Negeri Iran menegaskan dalam sebuah pesannya bahwa kesyahidan Imam Khamenei, Pemimpin Agung Revolusi, bagi rakyat Iran merupakan simbol berlanjutnya dan mendalamnya permusuhan Amerika Serikat terhadap bangsa Iran, sekaligus simbol abadi keteguhan dan perlawanan mereka terhadap permusuhan Amerika.
Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Hukum dan Internasional, dalam pesannya memperingati 12 Tir, hari peringatan ditembak jatuhnya pesawat penumpang Iran oleh rudal kapal perang USS Vincennes milik Amerika Serikat, menulis di akun X miliknya:
"12 Tir mengingatkan kita pada kejahatan ketika Amerika Serikat merenggut nyawa 290 orang tak berdosa, termasuk 66 anak-anak."
Ia menambahkan:
"Kejahatan ini tidak akan pernah terhapus dari ingatan bangsa Iran. Kejahatan kedua dimulai setelah pesawat ditembak jatuh, yaitu penyangkalan tanggung jawab, tidak adanya permintaan maaf resmi, dan pemberian medali kepada komandan kapal perang yang melakukan kejahatan tersebut."
Gharibabadi juga menyatakan:
"Pada hari-hari ini, di samping mengenang para syuhada Penerbangan 655, bangsa Iran juga mengenang dan menghormati Imam Mujahid mereka yang telah gugur sebagai syahid."
Ia menegaskan:
"Kesyahidan Imam Khamenei, Pemimpin Agung Revolusi, bagi rakyat Iran merupakan simbol berlanjutnya dan mendalamnya permusuhan Amerika Serikat terhadap bangsa Iran, sekaligus simbol abadi keteguhan dan perlawanan mereka dalam menghadapi permusuhan Amerika Serikat."