IRGC: Petualangan AS Mengganggu Proses Pembukaan kembali Selat Hormuz
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192898-irgc_petualangan_as_mengganggu_proses_pembukaan_kembali_selat_hormuz
Pars Today – Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan: Petualangan militer AS dalam menentukan jalur lintas di Selat Hormuz, selain memicu kemungkinan respons Iran yang menghancurkan, juga dapat mengganggu secara serius proses pembukaan kembalinya.
(last modified 2026-07-09T13:30:48+00:00 )
Jul 09, 2026 20:24 Asia/Jakarta
  • Angkatan Laut IRGC
    Angkatan Laut IRGC

Pars Today – Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan: Petualangan militer AS dalam menentukan jalur lintas di Selat Hormuz, selain memicu kemungkinan respons Iran yang menghancurkan, juga dapat mengganggu secara serius proses pembukaan kembalinya.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam di akun media sosialnya menulis: "Salam bagi umat yang visioner dan teguh yang dengan kehadiran menakjubkan dan pemakaman puluhan juta dari Pemimpin Syahid mereka di Iran dan Irak, menunjukkan bahwa waktu adalah akhir dari penindasan kekuatan-kekuatan besar, dan abad ini adalah abad kemenangan tekad bangsa-bangsa."

 

Komandan ini menambahkan: "Salam bagi para pejuang Islam yang pemberani yang dengan respons menghancurkan terhadap agresi militer pembunuh anak-anak AS, membuktikan bahwa takdir pertempuran tidak ditentukan oleh banyaknya senjata, melainkan oleh kekuatan iman."

 

Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran menyatakan: "Para pejuang yang dengan memantapkan pengelolaan atas Selat Hormuz dan menjaga keamanannya dalam dua minggu terakhir, serta dengan pembukaan bertahapnya, telah mengembalikan kapasitas lintas ke sekitar 50 persen dari lalu lintas sebelum perang, dan terus meningkatkan kapasitas lintas kapal-kapal yang dengan disiplin mematuhi aturan keamanan untuk melintasi jalur-jalur yang ditentukan oleh Republik Islam dan memperoleh izin dari Angkatan Laut Garda Revolusi. Kami nyatakan kembali bahwa pihak asing tidak memiliki bagian apa pun di tanah ini dan di Selat Hormuz."

 

Dalam pengumuman ini disebutkan: "Petualangan militer teroris AS dan intervensinya dalam menentukan jalur lintas, selain akan mengakibatkan respons menghancurkan dari kami, juga akan mengganggu secara serius proses pembukaan bertahap dan membahayakan kepentingan negara-negara pengguna Selat Hormuz." (MF)