Laksamana Sayyari: Menyerah Bukan Bagian dari Jati Diri Bangsa Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193694-laksamana_sayyari_menyerah_bukan_bagian_dari_jati_diri_bangsa_iran
Kepala Staf dan Wakil Koordinator Angkatan Bersenjata Iran menyatakan bahwa Menyerah tidak ada dalam kamus bangsa Iran; kekuatan militer Iran sulit dipercaya dan diterima Amerika
(last modified 2026-07-25T04:16:59+00:00 )
Jul 25, 2026 11:10 Asia/Jakarta
  • Laksamana Sayyari: Menyerah Bukan Bagian dari Jati Diri Bangsa Iran

Kepala Staf dan Wakil Koordinator Angkatan Bersenjata Iran menyatakan bahwa Menyerah tidak ada dalam kamus bangsa Iran; kekuatan militer Iran sulit dipercaya dan diterima Amerika

Menurut Pars Today mengutip Kantor Berita IRIB, Laksamana Habibollah Sayyari, Kepala Staf dan Wakil Koordinator Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, dalam pidatonya menekankan pentingnya meningkatkan ketahanan sosial pada situasi sensitif saat ini.

Ia menyatakan bahwa menjaga dan memperkuat persatuan, solidaritas, serta kebersamaan antara seluruh rakyat Iran dan para pejabat merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai tentara teroris Amerika.

Sayyari mengungkapkan bahwa seluruh pihak harus bersatu dan bertindak secara selaras di medan ini, serta dengan melanjutkan jalan dan perjuangan pemimpin revolusi yang gugur beserta para syuhada perang yang dipaksakan lainnya, sekali lagi menunjukkan kepada sistem dominasi dan arogansi global bahwa rakyat dan Revolusi Islam merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan, dan bahwa tidak akan pernah ada perpecahan di antara keduanya.

Laksamana Sayyari juga menyinggung sejarah permusuhan dan kedalaman kebencian sistem arogansi global terhadap Revolusi Islam dan rakyat Iran selama 48 tahun terakhir. Ia mengingatkan bahwa selama periode tersebut Iran telah menghadapi berbagai bentuk tekanan, seperti penghasutan konflik etnis dan kesukuan, gerakan separatis, perang delapan tahun yang dipaksakan, serangan budaya, kemudian apa yang disebut sebagai serangan budaya mendadak, perang lunak, dan perang hibrida. Menurutnya, seluruh upaya tersebut berakhir dengan kegagalan pihak lawan dan keberhasilan bangsa Iran.

Sayyari menegaskan bahwa kehadiran rakyat di lapangan, dukungan mereka kepada para pejuang Iran, serta pengorbanan mereka merupakan faktor utama yang menyebabkan kegagalan musuh Amerika–Zionis dalam dua perang yang dipaksakan baru-baru ini. Ia menambahkan bahwa peran rakyat dalam proses tersebut sepenuhnya nyata dan jelas. Menurutnya, karena pihak lawan tidak berhasil mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan dalam kedua perang tersebut, hal itu berarti mereka mengalami kekalahan. Ia juga menyatakan bahwa Republik Islam Iran, karena bukan pihak yang memulai perang, tidak memiliki tujuan selain mempertahankan tanah airnya.

Di akhir pidatonya, Sayyari mengatakan bahwa berkat darah pemimpin revolusi yang gugur serta para syuhada dari dua perang yang dipaksakan baru-baru ini, rakyat Iran kini menjadi jauh lebih kuat dan lebih teguh daripada sebelumnya dalam membela negara, memiliki semangat untuk membalas musuh yang disebutnya lemah, serta meningkatkan kemampuan perlawanan mereka. Menurutnya, kondisi tersebut sulit dipercaya dan diterima oleh musuh-musuh Iran, dan jalan tersebut harus terus dilanjutkan hingga mencapai kemenangan akhir.