Araghchi: Persepsi 'Iran Lemah' Telah Lenyap Sepenuhnya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i195162-araghchi_persepsi_'iran_lemah'_telah_lenyap_sepenuhnya
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, merujuk pada perbedaan kebijakan luar negeri Iran dibandingkan sebelum perang, mengatakan bahwa persepsi tentang Iran yang lemah telah hilang.
(last modified 2026-08-19T04:18:27+00:00 )
Aug 19, 2026 11:17 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran
    Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran

Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, merujuk pada perbedaan kebijakan luar negeri Iran dibandingkan sebelum perang, mengatakan bahwa persepsi tentang Iran yang lemah telah hilang.

Melaporkan Pars Today dari IRIB, Selasa, 18 Agustus 2026, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, dalam wawancara dengan situs informasi pemerintah mengenai upaya diplomasi dalam dua tahun terakhir, mengatakan, "Menurut saya, era pascaperang kebijakan luar negeri Iran akan sepenuhnya berbeda dari era sebelum perang. Persepsi tentang Iran yang lemah telah hilang sepenuhnya."

Ia menambahkan, "Pada hari kedua atau ketiga perang AS melawan Iran, Trump men-tweet dua kata, 'menyerah tanpa syarat'. Mereka menginginkan sikap menyerah, tetapi kecewa. Mereka menginginkan perubahan rezim, tetapi kecewa. Mereka menginginkan disintegrasi, tetapi kecewa. Mereka menginginkan kerusuhan internal, mereka mengikuti setiap rencana yang bisa mereka lakukan, tetapi gagal untuk menyelesaikan perang ini dengan cepat."

Gharibabadi: Kami Akan Segera Mengoreksi Khayalan Trump

Sementara itu, Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, di media sosial menanggapi khayalan baru Trump tentang Selat Hormuz, mengatakan, "Sebagaimana Trump menulis nama Teluk Persia yang abadi dengan benar, kami akan segera mengoreksi khayalannya tentang Selat Hormuz, atau kami akan mengoreksi khayalan orang yang berkhayal ini."

"Araghchi menegaskan bahwa era pasca-perang kebijakan luar negeri Iran akan sepenuhnya berbeda, dan persepsi tentang Iran yang lemah telah hilang. Ia menambahkan bahwa AS gagal dalam semua upayanya, termasuk menyerah tanpa syarat, perubahan rezim, disintegrasi, dan kerusuhan internal, untuk menyelesaikan perang dengan cepat."(Sail)