Gharibabadi: AS Gagal di Perang, Kini Sebut Kegagalan Berikutnya 'Perang Ekonomi'
https://parstoday.ir/id/news/iran-i195266-gharibabadi_as_gagal_di_perang_kini_sebut_kegagalan_berikutnya_'perang_ekonomi'
Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, menanggapi pernyataan Trump tentang memulai perang ekonomi terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa mereka mengklaim Iran berada di ambang kehancuran dan tergantung pada seutas benang, tetapi memohon bantuan kepada semua sekutu mereka, mengatakan, "Perang militer tidak membuahkan hasil, kini mereka menyebut kegagalan berikutnya dengan nama 'perang ekonomi'."
(last modified 2026-08-20T09:50:55+00:00 )
Aug 20, 2026 16:48 Asia/Jakarta
  • Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional
    Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional

Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, menanggapi pernyataan Trump tentang memulai perang ekonomi terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa mereka mengklaim Iran berada di ambang kehancuran dan tergantung pada seutas benang, tetapi memohon bantuan kepada semua sekutu mereka, mengatakan, "Perang militer tidak membuahkan hasil, kini mereka menyebut kegagalan berikutnya dengan nama 'perang ekonomi'."

Melaporkan dari Fars News, Kamis, 20 Agustus 2026, Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, pada hari Kamis (20/8), menanggapi ancaman baru Trump tentang peningkatan tekanan ekonomi terhadap Iran, mengatakan, "Mereka mengklaim bahwa Iran berada di ambang kehancuran dan tergantung pada seutas benang, tetapi mereka memohon bantuan kepada semua sekutu mereka!"

Donald Trump, Presiden AS, pada Kamis (20/8) dini hari mengumumkan dimulainya perang ekonomi terhadap Iran dan mengklaim di halaman resminya di media sosial Truth Social bahwa ia telah memulai "operasi ekonomi paling dahsyat" dalam sejarah melawan Republik Islam Iran.

Gharibabadi dalam hal ini menambahkan, "Masalahnya adalah kalkulasi yang salah, yang setiap kali untuk menutupinya, mereka terpaksa menciptakan kekalahan yang lebih besar bagi diri mereka sendiri."

Wamenlu Iran menulis di X, "Perang militer tidak membuahkan hasil, kini mereka menyebut kegagalan berikutnya dengan nama 'perang ekonomi'."

Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, juga pada hari Kamis (20/8), menanggapi ancaman operasi ekonomi terhadap Iran dari Donald Trump, mengatakan, "Ancaman untuk 'memulai operasi ekonomi' terhadap Iran, pada kenyataannya, adalah untuk mengalihkan perhatian publik AS dari krisis keuangan internalnya: yaitu utang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kenaikan suku bunga yang meroket di AS."

Menlu Iran menulis di X, "Desakan untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan yang gagal hanya akan menghasilkan lebih banyak kegagalan dan akan menimbulkan permusuhan rakyat Iran. Terorisme ekonomi AS mengancam ekonomi global dan kedaulatan nasional negara-negara di seluruh dunia."

"Para pejabat Iran merespons ancaman "perang ekonomi" baru Trump dengan skeptisisme dan ejekan. Wamenlu Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa AS mengklaim Iran berada di ambang kehancuran, tetapi pada saat yang sama memohon bantuan kepada sekutunya, menunjukkan kontradiksi dalam kebijakan AS. Ia menekankan bahwa perang militer AS gagal, dan kini AS mencoba memberi nama baru untuk kegagalan berikutnya: "perang ekonomi"."(Sail)