Ibn al-Reza: Iran Hancurkan Mitos Kekuatan AS di Perang Terakhir
-
Brigadir Jenderal Sayid Majid Ibn al-Reza
ParsToday - Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran, dengan menekankan kekuatan pertahanan dan pencegahan negara, mengatakan: Dalam dua perang terakhir, Kementerian Pertahanan Iran, meskipun ada serangan-serangan musuh, menjaga jalur-jalur produksi peralatan dan persenjataan tetap aktif dan membawa sistem-sistem serang dan pertahanan baru ke medan perang dalam kondisi perang.
Menurut laporan ParsToday yang dikutip dari Kantor Berita IRIB, Brigadir Jenderal Sayid Majid Ibn al-Reza, Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran, pada hari Sabtu (22/8) dalam pernyataannya dengan menyatakan bahwa industri pertahanan Iran adalah hasil dari puluhan tahun usaha, keyakinan diri, dan ketahanan terhadap keterbatasan-keterbatasan dan sanksi-sanksi, menyatakan: Industri ini dibangun di atas dasar swasembada dan kapasitas-kapasitas pengetahuan dan kemajuan nasional, dan tujuan utamanya adalah menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemerdekaan nasional serta membebankan biaya-biaya yang membuat penyesalan kepada para agresor.
Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran, dengan merujuk pada serangan-serangan terbaru Amerika dan rezim Zionis terhadap Iran, menegaskan: Musuh membayangkan bahwa dengan pembunuhan terhadap kepemimpinan politik dan militer tingkat atas, ia dapat memaksa struktur pengambilan keputusan Iran untuk menyerah dalam waktu dua minggu, tetapi bangsa Iran dengan dukungan iman, kepemimpinan yang tegas dan cerdas, kohesi, dan perlawanan nasional, mampu, meskipun ada ketidaksetaraan dalam peralatan, menantang kredibilitas dan martabat musuh-musuh.
Brigadir Jenderal Ibn al-Reza dengan menekankan bahwa pencegahan nyata tidak dicapai melalui ketergantungan pada pemasok-pemasok asing, tetapi melalui teknologi-teknologi domestik dan dengan kapasitas industri yang tangguh dan fleksibel serta tekad bangsa yang berkomitmen untuk mempertahankan kedaulatannya, menyatakan: Kami percaya bahwa pencegahan efektif dibangun melalui pembebanan biaya-biaya yang tak tertahankan bagi agresor dan jaminan respons yang tegas dan tidak terulangnya kembali, dan kami menerapkan konsep ini dalam perang ini.
Ia di akhir menyatakan: Republik Islam Iran, dengan bertumpu pada iman kepada Tuhan dan di bawah naungan kepemimpinan Yang Mulia Ayatullah Sayid Mojtaba Husaini Khamenei dan dengan memanfaatkan kohesi nasional, identitas historis, dan keperkasaan angkatan bersenjata, dalam proses menghadapi setiap ancaman, dengan penuh ketegasan akan mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorialnya, dan akan melanjutkan jalur yang membanggakan dan bersejarah ini dengan kekuatan sampai penghapusan total ancaman-ancaman dan terwujudnya kepentingan-kepentingan dan hak-hak bangsa. (MF)