Baghaei: Eropa Kehilangan Otonomi, Kini Jadi Pelaksana Perintah AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i196022-baghaei_eropa_kehilangan_otonomi_kini_jadi_pelaksana_perintah_as
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, menanggapi dukungan Eropa terhadap perang ekonomi AS terhadap Iran, mengatakan bahwa Eropa tidak dapat lagi mengklaim "otonomi strategis", sementara dalam praktiknya ia telah mereduksi dirinya menjadi pelaksana perintah Washington.
(last modified 2026-09-01T05:42:57+00:00 )
Sep 01, 2026 12:42 Asia/Jakarta
  • Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, menanggapi dukungan Eropa terhadap perang ekonomi AS terhadap Iran, mengatakan bahwa Eropa tidak dapat lagi mengklaim "otonomi strategis", sementara dalam praktiknya ia telah mereduksi dirinya menjadi pelaksana perintah Washington.

Melaporkan Pars Today dari IRIB, Selasa, 01 September 2026, Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada Senin (31/8) malam menanggapi pernyataan Uni Eropa yang mendukung perang ekonomi AS melawan Iran, menulis, "Penulis Prancis, Étienne de La Boétie, dalam esainya yang berjudul 'Discourse on Voluntary Servitude', mengungkapkan kebenaran mendasar tentang mereka yang membuka jalan bagi tirani dan dominasi: dominasi bukan hanya produk kekuatan, tetapi sering kali terbentuk melalui kepatuhan dari mereka yang mampu bertindak secara independen."

Baghaei menekankan, "Eropa tidak dapat lagi mengklaim 'otonomi strategis', sementara dalam praktiknya ia telah mereduksi dirinya menjadi pelaksana perintah Washington."

Ia menegaskan, "Otonomi strategis tidak dicapai dengan pernyataan-pernyataan megah, tetapi dengan menunjukkan kemauan dan kemampuan untuk membuat keputusan yang independen dan bertanggung jawab, bahkan jika keputusan tersebut tidak sejalan dengan posisi kekuatan yang lebih besar."

"Eropa harus memilih: menjadi aktor yang independen, atau menjadi begitu terbiasa dengan gema kebijakan orang lain sehingga ia mengira gema itu adalah kemerdekaan," pungkas Baghaei.

"Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei mengkritik keras Eropa karena mendukung perang ekonomi AS terhadap Iran dan kehilangan otonomi strategisnya. Ia mengutip pemikir Prancis Étienne de La Boétie untuk menggambarkan bagaimana dominasi sering kali terbentuk melalui kepatuhan sukarela dari mereka yang mampu bertindak secara independen. Baghaei menekankan bahwa otonomi strategis membutuhkan kemauan untuk membuat keputusan independen, bahkan jika itu bertentangan dengan kekuatan yang lebih besar. Ini adalah pernyataan yang jelas bahwa Iran memandang Eropa sebagai pengikut AS yang tidak memiliki kemerdekaan dalam kebijakan luar negerinya, dan bahwa Eropa harus memilih antara menjadi aktor yang independen atau sekadar gema dari kebijakan AS."(Sail)