Baghaei: AS Putar Balikan Fakta Pemicu Ketidakamanan di Selat Hormuz
https://parstoday.ir/id/news/iran-i196388-baghaei_as_putar_balikan_fakta_pemicu_ketidakamanan_di_selat_hormuz
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan: “Menurut narasi Washington, Amerika Serikat mengharapkan seluruh dunia membayar biaya perang yang mereka sendiri mulai, sekaligus melalui pembalikan fakta berusaha menggambarkan Iran sebagai pihak yang menyebabkan gangguan dan ketidakamanan di Selat Hormuz.”
(last modified 2026-09-07T05:18:27+00:00 )
Sep 07, 2026 12:12 Asia/Jakarta
  • Baghaei: AS Putar Balikan Fakta Pemicu Ketidakamanan di Selat Hormuz

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan: “Menurut narasi Washington, Amerika Serikat mengharapkan seluruh dunia membayar biaya perang yang mereka sendiri mulai, sekaligus melalui pembalikan fakta berusaha menggambarkan Iran sebagai pihak yang menyebabkan gangguan dan ketidakamanan di Selat Hormuz.”

Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita IRIB, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei dalam unggahannya di akun X menyinggung narasi terbalik Amerika Serikat mengenai penyebab ketidakamanan di Selat Hormuz dan terganggunya pelayaran komersial internasional. Ia menulis:

“Selat Hormuz sepenuhnya terbuka hingga sebelum 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan rezim Zionis menyerang Iran. Washington memaksakan perang ilegal dan brutal terhadap kawasan kami serta mengganggu kelancaran pelayaran. Kapal-kapal tanker terhenti, perdagangan terganggu, dan harga energi terus mengalami kenaikan.”

Ia menambahkan: “Kini Washington berusaha keras untuk menggambarkan Iran sebagai penyebab gangguan dan ketidakamanan yang sebenarnya ditimbulkan oleh Amerika Serikat sendiri, sekaligus memaksa seluruh dunia menanggung biaya besar akibat tindakan ilegalnya.”

Baghaei menegaskan: “Menurut narasi Washington, perang yang dimulai oleh Amerika Serikat harus dibingkai secara terbalik sebagai konsekuensi dari perilaku Iran yang harus ditanggung oleh dunia.”

Ia mengatakan: “Amerika Serikat memulai perang, tetapi mengharapkan seluruh dunia membayar biayanya, sementara pada saat yang sama berusaha menggambarkan Iran sebagai penyebab kekacauan yang justru mereka ciptakan sendiri. Pembalikan fakta semacam ini benar-benar tidak masuk akal dan sama sekali tidak berdasar!”