Gulat, Pembawa Panji Kontingen Iran di Asian Games
-
Pegulat Iran
Pars Today - Gulat Iran telah meraih 74 medali emas dalam edisi-edisi Asian Games dan menyumbang bagian terbesar bagi keberhasilan kontingen Iran.
Melansir IRNA, Minggu, 13 September 2026, Asia Games adalah ajang multi-cabang yang digelar setiap empat tahun sekali di benua tua. Dari total 19 edisi ajang ini, kontingen olahraga Tiongkok dengan 1.674 medali emas merupakan kontingen terbaik yang hadir dalam kompetisi ini.
Kontingen olahraga Iran juga dalam berbagai edisi ajang ini berhasil meraih 192 medali emas dan setelah Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, berada di posisi keempat Asia Games.
Edisi pertama ajang ini digelar pada tahun 1951 di New Delhi dan edisi terakhirnya pada tahun 2022 di kota Hangzhou, Tiongkok. Kontingen olahraga Iran hingga kini telah hadir dalam 16 edisi kompetisi ini dan satu edisi pada tahun 1974 menjadi tuan rumah ajang ini.
Gelar terbaik Iran diraih pada tahun 1974 dan Asian Games Tehran, di mana Iran menempati posisi kedua. Gelar terburuk kontingen olahraga Iran juga tercatat pada 2002 di Busan, Korea Selatan, di mana Iran tidak meraih posisi lebih baik dari peringkat kesepuluh.
Kontingen olahraga Iran pada edisi terakhir (Hangzhou 2022) tampil dengan 289 atlet yang hasilnya adalah 13 emas, 21 perak, dan 20 perunggu serta gelar ketujuh ajang ini.
Iran adalah satu-satunya negara Timur Tengah yang hadir pada edisi pertama ajang ini. Tentu saja negara kita absen dalam tiga edisi ajang ini; atlet-atlet Iran pada tahun 1954 (Manila, Filipina) karena kudeta 28 Mordad, 1962 (Jakarta, Indonesia) karena tidak adanya anggaran yang diperlukan untuk pengiriman, dan pada tahun 1978 (Bangkok, Tailand) karena pergolakan politik tahun itu tidak hadir di Asian Games.
Dalam 16 edisi kehadiran Iran di Asian Games, kontingen hadir dengan pembawa panji dalam parade pembukaan. Gulat dengan delapan pembawa panji berada di puncak berbagai cabang. Seluruh pembawa panji gulat Iran di Asian Games berhasil meraih medali.
Pada edisi terakhir kompetisi ini, Javad Foroughi, peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo, dan Nahid Kiani, juara taekwondo, menjadi pembawa panji Iran, di mana kedua atlet tersebut gagal meraih medali di Asian Games.
Gulat Iran dengan selisih merupakan cabang paling berprestasi yang hadir di Asian Games; atlet-atlet cabang ini hingga kini berhasil meraih 74 medali emas untuk kontingen Iran, yang setara dengan 38,5 persen dari total medali emas Iran di seluruh edisi ajang ini.
Medali terbanyak yang diraih gulat Iran di Asian Games kembali pada tahun 1994, di mana para pegulat berhasil meraih 6 medali emas. Perolehan 6 emas itu terjadi ketika kontingen olahraga Iran pada edisi itu hanya meraih 9 medali emas. Dengan kata lain, 66 persen medali emas kontingen negara kita pada edisi itu dipersembahkan oleh seni para pegulat Iran.
Gulat Iran yang kini berada dalam tahap pertumbuhan dan penyempurnaan setelah regenerasi, akan mengirimkan tim yang berbeda menuju Nagoya, tim yang terdiri dari para pemuda dan atlet berpengalaman yang dapat menjadi penopang kontingen Iran di Negeri Matahari Terbit.
Di gulat gaya bebas, Ali Momeni di kelas 57 kg, Abbas Ebrahimzadeh di kelas 65 kg, Younes Emami di kelas 74 kg, Mohammad Nokhodi di kelas 86 kg, Amir Ali Azarpira di kelas 97 kg, dan Amir Hossein Zare di kelas 125 kg akan menjadi musafir Nagoya.
Juga dengan keputusan Federasi Gulat, Sajjad Abbaspour di kelas 60 kg, Javad Rezaei di kelas 67 kg, Alireza Abdoli di kelas 77 kg, Gholamreza Farokhi di kelas 87 kg, Mehdi Bali di kelas 97 kg, dan Amin Mirzazadeh di kelas 125 kg akan menjadi pegulat gaya Yunani-Romawi yang dikirim ke Jepang.
"Gulat Iran merupakan cabang paling berprestasi dalam sejarah Asian Games dengan 74 medali emas, menyumbang 38,5% dari total 192 emas Iran. Iran berada di peringkat keempat sepanjang masa Asian Games setelah Tiongkok (1.674 emas), Jepang, dan Korea Selatan. Gelar terbaik Iran diraih pada 1974 (tuan rumah, peringkat 2), terburuk pada 2002 Busan (peringkat 10). Pada edisi terakhir Hangzhou 2022, Iran meraih 13 emas, 21 perak, 20 perunggu (peringkat 7)."(Sail)