Rahbar: Shalat, Pilar Kehidupan yang Baik dan Penopang Kokoh Melawan Setan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i197776-rahbar_shalat_pilar_kehidupan_yang_baik_dan_penopang_kokoh_melawan_setan
Pemimpin Revolusi Islam dalam pesannya untuk Konferensi Shalat menegaskan: Shalat merupakan salah satu nikmat agung dan terindah dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahamulia, institusi, simbol, dan pilar tertinggi agama, serta tali penghubung bagi setiap kita untuk menjalin hubungan langsung dengan sumber Ilahi yang tidak terbatas dan tidak pernah habis.
(last modified 2026-10-01T06:22:04+00:00 )
Okt 01, 2026 15:09 Asia/Jakarta
  • Rahbar: Shalat, Pilar Kehidupan yang Baik dan Penopang Kokoh Melawan Setan

Pemimpin Revolusi Islam dalam pesannya untuk Konferensi Shalat menegaskan: Shalat merupakan salah satu nikmat agung dan terindah dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahamulia, institusi, simbol, dan pilar tertinggi agama, serta tali penghubung bagi setiap kita untuk menjalin hubungan langsung dengan sumber Ilahi yang tidak terbatas dan tidak pernah habis.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, dalam pesannya kepada Konferensi Shalat menyebut pelaksanaan shalat sebagai buah dan tanda pertama pemerintahan orang-orang saleh. Dengan mengacu pada kenyataan bahwa untuk mencapai tahap masyarakat Islam, pelaksanaan shalat serta pelembagaan dan penyebarluasannya merupakan suatu keharusan, beliau menegaskan: Keluarga, “para guru dan dosen”, para elite, tokoh-tokoh terkenal, serta lembaga-lembaga pembentuk budaya memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menegakkan shalat di tengah masyarakat.

Berikut teks lengkap pesan Pemimpin Revolusi Islam:

Bismillahirrahmanirrahim

Perhatian terhadap perkara luhur berupa “menegakkan shalat”, dan secara khusus penyelenggaraan Konferensi Shalat, merupakan salah satu langkah yang penting dan perlu dilakukan, yang sejak awal dekade 1990-an telah dibentuk di negara ini atas upaya ulama pejuang dan merakyat, guru Al-Qur'an serta mubalig ulung, Hujatul Islam wal-Muslimin Qara'ati, semoga Allah melanggengkan keberkahannya. Perhatian khusus Pemimpin Agung dan mulia yang gugur sebagai syahid, semoga Allah meninggikan derajatnya, terhadap perkara ini, serta anjuran-anjuran penting, berkelanjutan, dan tegas beliau dalam pesan-pesan terkait 32 konferensi sebelumnya, semakin menegaskan pentingnya kebijakan ini.

Tidak diragukan bahwa berbicara atau menulis mengenai shalat merupakan perkara yang sesuai dengan kedudukan dan tingkat wahyu Ilahi serta sabda-sabda Nabi Agung Muhammad saw. dan para Imam Maksum as. Pena orang seperti saya terlalu kecil untuk menulis mengenai kedalaman pengetahuan dan ajaran shalat. Namun, identitas dan tuntutan masyarakat Islam serta tugas para pelayannya, khususnya Pemimpin Revolusi Islam, mengharuskan saya mengingatkan diri sendiri, seluruh rakyat, dan para pejabat melalui beberapa kalimat dari sudut pandang ini.

Shalat merupakan salah satu nikmat agung dan terindah dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahamulia, institusi, simbol, dan pilar tertinggi agama, serta tali penghubung bagi setiap kita untuk menjalin hubungan dekat dan langsung dengan sumber Ilahi yang tidak terbatas dan tidak pernah habis. Ramuan keselamatan dan keberuntungan ini, serta pilar kehidupan yang baik, sekaligus merupakan penopang yang kokoh dan berkelanjutan serta bekal yang tidak pernah habis bagi manusia dalam melawan setan dalam diri dan setan-setan duniawi. Shalat juga merupakan mata air cinta, harapan, kasih sayang, dan ketenangan yang terus memancar. Turunnya keberkahan dan melimpahnya rezeki Ilahi juga berlangsung dan meningkat melalui penegakan shalat dan istigfar.

Namun, kewajiban shalat bukan hanya kewajiban individual. Berdasarkan ajaran Al-Qur'an, menegakkan shalat merupakan buah dan tanda pertama pemerintahan orang-orang saleh, sebagaimana firman-Nya: “Orang-orang yang apabila Kami berikan kedudukan kepada mereka di bumi, mereka menegakkan shalat.” [1] Penyebutan ayat ini tepat setelah ayat mengenai janji pertolongan Ilahi kepada para penolong Allah Yang Mahatinggi dan jihad mereka dalam Surah Al-Hajj menunjukkan bahwa penegakan shalat sebagai sandaran kokoh bagi mengingat Allah, berharap kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya memiliki peran khusus dalam jihad, kemenangan, dan keberhasilan di medan-medan perjuangan, khususnya medan perjuangan yang kini berada di hadapan bangsa Iran.

Hari ini, ketika syarat kemampuan dan kekuatan rakyat Iran tercinta semakin tersedia, setiap anggota bangsa yang telah diutus ini menjadi sasaran perintah Ilahi yang berulang untuk menegakkan shalat: “Dirikanlah shalat.” Selain itu, seluruh pihak yang memiliki pengaruh dalam masyarakat, mulai dari ayah, ibu, dan keluarga hingga para guru dan sahabat, dari para dosen dan elite hingga tokoh-tokoh yang dikenal dan orang-orang terkenal, serta seluruh lembaga dan institusi pembentuk budaya, termasuk masjid, shalat Jumat, sekolah, universitas, hauzah ilmiah, Radio dan Televisi Republik Islam Iran, para pegiat budaya dan sosial, serta mobilisasi rakyat, khususnya mereka yang berhubungan dengan kalangan remaja dan kaum muda, memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam perkara ini.

Menegakkan shalat dalam seluruh tahap penyempurnaan dan tingkatan perkembangannya di tengah masyarakat dan negara yang mengibarkan panji Islam murni Muhammad saw. serta merasa terhormat dengan tegaknya pemerintahan Islam, termasuk perkara yang paling penting. Hal ini diperlukan untuk menyediakan landasan bagi perjalanan dari tahap gerakan dan Revolusi Islam menuju tahap masyarakat Islam. Setelah itu, pencapaian tahap peradaban Islam akan menjadi sesuatu yang memungkinkan.

Melembagakan shalat serta menjadikannya menyebar dan dilaksanakan secara luas oleh seluruh masyarakat, kemudian upaya bersama untuk menunaikannya dengan baik, merupakan dua sisi utama dari upaya untuk mencapai tujuan penting ini. Pemakmuran masjid dan berbagai persiapan lainnya untuk memperluas secara kuantitatif serta meningkatkan kualitas lahiriah shalat berjamaah dan shalat Jumat merupakan langkah-langkah awal yang diperlukan untuk mencapai tujuan penting tersebut. Dalam semua hal ini, peran para imam shalat berjamaah dan imam shalat Jumat sangat menonjol. Mereka harus menjadi tempat berlindung bagi masyarakat, serta menjadi telinga yang mendengar dan menerima keluh kesah mereka.

Saya berharap, dengan limpahan karunia Ilahi serta perhatian dan doa khusus junjungan kita, semoga Allah mempercepat kemunculan kembali beliau, bangsa dan negara tercinta kita memperoleh keberhasilan dan dukungan dalam menegakkan shalat serta memperoleh limpahan dan keberkahan darinya.

Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei

1 Oktober 2026