Hujatul Islam Taeb: Perang yang Dipaksakan Ketiga Awal Keruntuhan Amerika Serikat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i197780-hujatul_islam_taeb_perang_yang_dipaksakan_ketiga_awal_keruntuhan_amerika_serikat
Kepala Organisasi Basij Mustazafin mengatakan: Perang ketiga kami melawan arogansi global dan perlawanan bangsa Iran dalam menghadapi dua kekuatan regional dan global telah mengacaukan berbagai perhitungan serta menciptakan kondisi bagi keruntuhan dan kekalahan Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam opini publik dunia.
(last modified 2026-10-01T06:43:30+00:00 )
Okt 01, 2026 13:33 Asia/Jakarta
  • Hujatul Islam Taeb: Perang yang Dipaksakan Ketiga Awal Keruntuhan Amerika Serikat

Kepala Organisasi Basij Mustazafin mengatakan: Perang ketiga kami melawan arogansi global dan perlawanan bangsa Iran dalam menghadapi dua kekuatan regional dan global telah mengacaukan berbagai perhitungan serta menciptakan kondisi bagi keruntuhan dan kekalahan Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam opini publik dunia.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Hujatul Islam Hossein Taeb, Kepala Organisasi Basij Mustazafin, pada Rabu sore mengatakan: Di dunia bipolar antara arogansi global dan mazhab Islam, sistem dominasi berupaya menggunakan seluruh instrumennya dalam perang hibrida untuk menguasai pikiran masyarakat dunia.

Ia melanjutkan: Penguasaan ini tidak hanya berarti merebut wilayah, tetapi juga menargetkan kepentingan dan aset bangsa-bangsa, serta suasana yang menguasai pikiran setiap orang di dunia.

Hujatul Islam Taeb, merujuk pada perang ketiga melawan arogansi global, mengatakan: Perang ini telah mengacaukan berbagai perhitungan. Para pakar berpendapat bahwa pendahuluan setiap perang adalah keruntuhan mental; musuh berupaya terlebih dahulu menguasai pikiran, melemahkan manusia, lalu menyerang mereka.

Kepala Organisasi Basij Mustazafin menegaskan: Jika manusia mampu bertahan menghadapi tekanan-tekanan tersebut, ketahanan itu sendiri dapat menjadi awal dari kekalahan musuh.

Ia menambahkan: Perang ketiga kami melawan arogansi global dan kemenangan bangsa Iran dalam menghadapi dua kekuatan yang dipersenjatai hingga ke gigi, yang satu merupakan kekuatan regional dan yang lainnya merupakan kekuatan global, telah menyebabkan landasan kekalahan Amerika Serikat dan rezim Zionis terbentuk dalam benak masyarakat dunia, dan hal ini merupakan awal dari sebuah transformasi.

Hujatul Islam Taeb, seraya menunjuk pada munculnya pertanyaan di benak seluruh bangsa saat ini mengenai apakah kekuatan militer tersebut digunakan untuk membela bangsa-bangsa, mengatakan: Amerika mengklaim bahwa mereka datang ke kawasan untuk membela negara-negara di kawasan, tetapi hari ini bangsa-bangsa kawasan mengatakan, “Kalian datang dan melakukan pembantaian.”

Dalam Perang Dunia II, meskipun menggunakan bom atom, mereka menampilkan citra keberhasilan dan simbol kemanusiaan tentang diri mereka melalui pencitraan; tetapi dalam perang ini, mereka sedemikian memalukan sehingga rudal-rudal baru dan bom-bom baru dijatuhkan ke lebih dari 160 anak, hingga tidak ada lagi jejak dari salah seorang anak tersebut; sebuah gambaran yang tidak mungkin lagi dihapus dan akan terus tercatat sepanjang sejarah.