Majid Majidi Gunakan Panggung Festival Busan untuk Suarakan Korban Perang Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i198798-majid_majidi_gunakan_panggung_festival_busan_untuk_suarakan_korban_perang_iran
Pars Today - Sutradara ternama Iran, Majid Majidi, menyampaikan kritik terbuka terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, gugurnya anak-anak Minab, serta pembunuhan warga sipil setelah menerima penghargaan Film Terbaik di Festival Film Busan 2026 untuk film Ghaza-ye Nimrooz (Makan Siang). Ia menjadikan penghargaan tersebut sebagai sarana untuk menyuarakan penderitaan rakyat Iran.
(last modified 2026-10-17T09:37:41+00:00 )
Okt 17, 2026 16:36 Asia/Jakarta
  • Sutradara ternama Iran, Majid Majidi
    Sutradara ternama Iran, Majid Majidi

Pars Today - Sutradara ternama Iran, Majid Majidi, menyampaikan kritik terbuka terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, gugurnya anak-anak Minab, serta pembunuhan warga sipil setelah menerima penghargaan Film Terbaik di Festival Film Busan 2026 untuk film Ghaza-ye Nimrooz (Makan Siang). Ia menjadikan penghargaan tersebut sebagai sarana untuk menyuarakan penderitaan rakyat Iran.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip koresponden Mehr, Sabtu, 17 Oktober 2026, keikutsertaan dalam festival film internasional tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karya dan meraih penghargaan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan sosial. Majid Majidi memanfaatkan kesempatan itu setelah menerima penghargaan Film Terbaik di Festival Film Busan 2026 melalui film Ghaza-ye Nimrooz, dengan menyoroti kondisi rakyat Iran dan anak-anak yang menjadi korban perang.

Dalam acara tersebut, Majidi mengenang tragedi kematian anak-anak Minab akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Ia mengatakan, “Pada hari pertama serangan, 168 anak Iran yang tidak bersalah dicabik-cabik hingga tubuh beberapa di antara mereka tidak pernah ditemukan. Rumah-rumah, universitas, dan kawasan permukiman menjadi sasaran, dan sebanyak 4.000 hingga 5.000 orang gugur.”

Pernyataan Majidi dinilai memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pidato saat menerima penghargaan. Ketika sebenarnya ia dapat berbicara tentang film, keberhasilan profesional, dan pencapaian sinematiknya, ia justru menggunakan sebagian panggung internasional tersebut untuk mengingatkan dunia akan penderitaan para korban perang.

Pidato itu segera memicu gelombang tanggapan dari pengguna media sosial Iran. Banyak yang menyampaikan pujian atas pidato Majidi dan menilai pernyataannya tepat. Mereka mengatakan bahwa di tengah situasi saat ini, sosok seperti Majid Majidi memahami cara memperjuangkan hak, kehormatan, dan martabat Iran serta rakyatnya di forum internasional. Mereka juga menilai bahwa Majidi benar-benar menjalankan peran sebagai penjaga kepentingan bangsa.

Salah seorang pengguna media sosial menilai pidato Majid Majidi di Festival Busan sebagai contoh pembelaan yang bermartabat terhadap Iran di forum internasional. Menurutnya, alih-alih diam menghadapi ketidakadilan dan kejahatan yang menimpa rakyat Iran, Majidi memilih memanfaatkan panggung festival internasional untuk menceritakan penderitaan dan perlawanan rakyat Iran.

Narasi tersebut, menurut pengguna itu, tidak memperkuat pihak lawan, melainkan membawa suara para korban perang, terutama anak-anak Minab, ke hadapan masyarakat dunia.

"Sutradara Iran Majid Majidi menerima penghargaan Film Terbaik di Festival Film Busan 2026 untuk film Ghaza-ye Nimrooz. Dalam pidatonya, ia menyoroti serangan AS dan Israel ke Iran serta kematian anak-anak Minab dan warga sipil. Majidi menyebut 168 anak Iran tewas pada hari pertama serangan dan menyatakan jumlah korban jiwa mencapai 4.000–5.000 orang. Pidatonya mendapat tanggapan positif dari sejumlah pengguna media sosial Iran, yang memujinya karena menyuarakan penderitaan rakyat Iran di forum internasional."(Sail)