Menlu Irak: Pendudukan Tanah Palestina dan Pembangunan Permukiman Harus Diakhiri
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198796-menlu_irak_pendudukan_tanah_palestina_dan_pembangunan_permukiman_harus_diakhiri
Pars Today - Menteri Luar Negeri Irak dalam Konferensi Para Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam menegaskan perlunya mengakhiri pendudukan tanah Palestina oleh rezim Zionis.
(last modified 2026-10-17T09:31:49+00:00 )
Okt 17, 2026 16:30 Asia/Jakarta
  • Fouad Hussein, Menteri Luar Negeri Irak
    Fouad Hussein, Menteri Luar Negeri Irak

Pars Today - Menteri Luar Negeri Irak dalam Konferensi Para Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam menegaskan perlunya mengakhiri pendudukan tanah Palestina oleh rezim Zionis.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Sabtu, 17 Oktober 2026, Fouad Hussein, Menteri Luar Negeri Irak, pada hari Sabtu dalam Konferensi ke-52 Para Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam mengatakan, "Irak meyakini bahwa penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara, kemerdekaan dan integritas wilayah mereka, serta penguatan kepercayaan timbal balik dan kembalinya dialog, merupakan hak-hak dasar stabilitas regional dan internasional."

Ia menambahkan, "Kerja sama Islam harus diterjemahkan dan diperkuat dalam program-program politik, ekonomi, keamanan, pembangunan, dan kemanusiaan, serta dengan pemantauan dan pelaksanaan, landasan terwujudnya hasil nyata bagi seluruh bangsa Islam dapat disediakan."

Fouad Hussein mencatat bahwa Irak menegaskan posisi tetapnya dalam membela hak-hak nasional dan historis yang sah rakyat Palestina dan perlunya mengakhiri pendudukan, menentang pembangunan permukiman, dan penjarahan tanah Palestina.

Menlu Irak menegaskan, "Waktunya telah tiba bagi masyarakat internasional untuk mengambil tanggung jawabnya dalam melindungi warga Palestina dan menjamin akses mereka ke bantuan kemanusiaan."

Konferensi ke-52 Dewan Menteri Luar Negeri Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam pada hari Sabtu dimulai di Bagdad, ibu kota Irak, dan kepemimpinan dewan dialihkan kepada negara Irak.

Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, pada Sabtu pagi, tiba di Bandara Bagdad, ibu kota Irak, untuk berpartisipasi dalam Konferensi ke-52 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam, dan disambut oleh Wakil Menteri Luar Negeri Irak.

Araghchi setibanya di Bagdad di bandara internasional kota ini dengan hadir di tempat peringatan para komandan syahid perlawanan, Sardar Syahid Qasem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi Al-Muhandis, memberikan penghormatan.

"Menteri Luar Negeri Irak Fouad Hussein dalam Konferensi ke-52 Para Menteri Luar Negeri OKI menegaskan perlunya mengakhiri pendudukan tanah Palestina oleh rezim Zionis. Ia menyatakan Irak meyakini penghormatan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah negara serta penguatan kepercayaan timbal balik dan dialog merupakan hak dasar stabilitas regional dan internasional. Kerja sama Islam harus diterjemahkan dalam program politik, ekonomi, keamanan, pembangunan, dan kemanusiaan untuk hasil nyata bagi seluruh bangsa Islam."(Sail)