Rouhani: Tehran Ingin Menghapus Iranphobia
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, upaya pemerintah Tehran adalah merubah Iranphobia menjadi Iran yang patut dipuji dan menampilkan citra nyata rakyat Iran kepada dunia.
Hassan Rouhani, Presiden Iran, Sabtu (20/2) dalam seminar bertema "Buruh, Masa Depan Ekonomi Iran" di Tehran menuturkan, pemerintah Iran sejak awal berusaha membuka kran ekspor ke luar negeri seiring dengan dicabutnya sanksi.
Rouhani juga menyinggung upaya pemerintah untuk memproduksi barang-barang yang murah, mampu bersaing dan membuka lapangan kerja bagi para pemuda.
"Ancaman-ancaman, hari ini sudah berubah menjadi peluang dan negara-negara yang sempat menjauh dari Iran, sekarang bersaing dengan negara lain untuk masuk ke pasar Iran dan berinvestasi," ujarnya.
Rouhani menegaskan, dengan upaya, kerja keras, menarik investasi, teknologi dan membuka pasar-pasar baru untuk ekspor produk-produk Iran, pertumbuhan dan kemajuan ekonomi negara ini dapat tercapai.
Terkait Rencana Aksi Komprehensif Bersama, JCPOA, Rouhani menilainya sebagai peluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat persatuan rakyat Iran.
"Para pekerja dan pengusaha harus bekerja keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan persatuan serta solidaritas," tambahnya.
Presiden Iran juga mengajak masyarakat untuk hadir dalam pemilu parlemen dan Dewan Ahli Kepemimpinan Iran tanggal 26 Februari 2016.
"Semua mata, termasuk negara-negara adidaya dunia dan negara-negara kawasan, tertuju pada pemilu Iran," pungkasnya. (HS)