Menlu Iran: Ekstremisme dan Terorisme, Ancaman Serius Dunia
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, intervensi dalam urusan internal negara-negara lain dan ekstremisme merupakan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana hal ini tidak hanya mengancam perdamaian dan pembangunan global, namun juga mengancam persatuan anggota-anggota Gerakan Non-Blok (GNB).
Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu dalam pertemuan para Menlu negara-negara anggota GNB di Venezuela, Kamis (15/9/2016).
"Dalam kondisi sulit saat ini, menahan diri, komitmen dengan hukum dan peraturan serta mematuhi norma-norma internasional dan Prinsip Piagam PBB adalah hal yang sangat penting," kata Zarif ketika memimpin pertemuan para Menlu negara-negara anggota GNB yang digelar di Pulau Margarita, seperti dikutip IRNA.
Ia menambahkan, ekstremisme, kekerasan dan terorisme bersama dengan akibat buruknya, termasuk konflik yang semakin meningkat dan krisis kemanusiaan merupakan ancaman yang sangat serius dan memerlukan perhatian yang lebih serius dari kita di GNB.
Zarif menjelaskan, pertemuan rutin GNB menciptakan peluang yang baik bagi anggota-anggoa GNB untuk membahas dan mengevaluasi tantangan yang muncul, oleh sebab itu, dipilih tema yang tepat untuk pertemuan ini dengan judul "Perdamaian-Kedaulatan dan Solidaritas untuk Pembangunan."
Menlu Iran lebih lanjut mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Venezuela yang akan menjadi ketua bergilir GNB dan berterimakasih karena telah menjadi tuan rumah yang ramah untuk KTT GNB.
Iran menjadi ketua periodik GNB sejak tahun 2012-2016 bersamaan dengan KTT ke-16 para pemimpin GNB di Tehran.
Hassan Rouhani, Presiden Iran juga akan berpartisipasi dalam pertemuan para pemimpin GNB yang akan digelar pada tanggal 17-18 September 2016.
Ia akan menyerahkan jabatan ketua bergilir GNB kepada Nicolas Maduro, Presiden Venezuela pada KTT ke-17 GNB tersebut. (RA)