Iran Respon Klaim Palsu Menlu UEA dan Bahrain
https://parstoday.ir/id/news/iran-i21724-iran_respon_klaim_palsu_menlu_uea_dan_bahrain
Perwakilan Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut klaim-klaim Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab dan Bahrain tentang intervensi Iran dalam urusan negara-negara lain sebagai tak berdasar dan palsu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 28, 2016 08:43 Asia/Jakarta
  • Iran Respon Klaim Palsu Menlu UEA dan Bahrain

Perwakilan Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut klaim-klaim Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab dan Bahrain tentang intervensi Iran dalam urusan negara-negara lain sebagai tak berdasar dan palsu.

Abbas Yazdani, Sekretaris Pertama Misi Tetap Iran untuk PBB di New York pada Selasa (27/9/2016) malam, mereaksi klaim Menlu UEA yang menduh pemerintah Tehran mengintervensi urusan negara lain.

 

Ia mengatakan, klaim konyol dan munafik ini dilontarkan ketika jet-jet tempur UEA setiap hari membombardir warga sipil Yaman.

 

Yazdani juga menilai statemen Menlu UEA tentang pulau-pulau Iran (Abu Musa, Tunb Kecil/Tomb-e-Kouchak dan Tunb Besar/Tomb-e- Bozorg) sebagai upaya untuk menarget integritas teritorial Iran.

 

"Pengulangan klaim-klaim seperti ini tidak akan bisa memisahkan pulau-pulau ini dari Republik Islam Iran. Pulau-pulai ini merupakan bagian wilayah Republik Islam dan selamanya akan tetap menjadi bagian dari negara ini," tegasnya.

 

Yazdani lebih lanjut menyinggung klaim yang dilontarkan Menlu Bahrain mengenai intervensi Iran dalam urusan internal negara itu.

 

"Dalam laporan Komisi Penyelidik Independen yang dibentuk oleh pemerintah Bahrain terkait hal ini telah menjelaskan bahwa bukti yang diberikan oleh pemerintah Manama tidak mengkonfirmasi klaim-klaim tersebut," ujarnya.

 

Perwakilan Iran untuk PBB lebih lanjut menolak penggunaan nama palsu "Teluk Arab" sebagai pengganti "Teluk Persia" oleh sejumlah negara Arab regional.

 

"Republik Islam Iran selalu menyerukan hubungan persahabatan dengan tetangga-tetangganya di kawasan Teluk Persia dan mengumumkan kesiapannya untuk berdialog dalam rangka menghapus kesalahpamahan," pungkasnya. (RA)