Komandan Pasukan al-Quds Jelaskan Transformasi di Kawasan
Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Islam Iran mengatakan, Eropa harus membayar mahal untuk menjaga keamanan disebabkan dukungannya kepada kelompok-kelompok teroris di kawasan.
Mayor Jenderal Qassem Soleimani mengatakan hal itu dalam pidatonya di acara mengenang kesyahidan Brigadir Jenderal Hossein Hamedani di Tehran, ibukota Iran, Rabu (5/10/2016).
"Hari ini para Takfiri menelan kekalahan di semua medan pertempuran atau sedang mengalamai kekalahan, dan rakyat Suriah dengan dukungan pemerintahnya tidak akan terkalahkan," kata Soleimani seperti dikutip FNA.
Ia menambahkan, persoalan musuh-musuh Islam adalah peran sentral Suriah di Front Muqawama dan hubungannya dengan Republik Islam Iran.
Kelompok-kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS), lanjut Soleimani, dibentuk untuk menghadapi Revolusi Islam Iran.
"Perlawanan dan perjuangan Republik Islam Iran melawan kelompok-kelompok teroris termasuk Daesh di Suriah, telah menyelamatkan semua kawasan dan dunia dari tragedi besar. Perlawanan pemerintah Suriah selama lima tahun tekanan dan blokade, juga telah memaksa dunia mengakui bahwa kelompok-kelompok tersebut adalah teroris," jelasnya.
Komandan pasukan al-Quds IRGC lebih lanjut menyinggung perbedaan pemerintah Suriah dengan negara-negara Arab lainya di kawasan.
Ia mengatakan, sejumlah negara Arab yang membelakangi cita-cita Palestina menjalin hubungan dengan rezim Zionis Israel secara rahasia atau terang-terangan, namun Suriah telah mengorbankan keamanan dan integritas teritorialnya kepada umat Islam.
Mayjen Soleimani juga menyinggung pengaruh kehadiran penasihat militer Iran, Syahid Hamedani dalam kemenangan poros Muqawama di Suriah.
Ia menuturkan, gerakan Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw dan peristiwa Karbala serta Hari Asyura memiliki pengaruh signifikan di medan-medan perang Irak dan Suriah.
Syahid Brigjen Hamedani merupakan salah satu komandan senior pasukan Pasdaran Iran. Ia gugur syahid dalam operasi pengarahan di Aleppo, utara Suriah pada tanggal 8 Oktober 2015. (RA)