Optimisme IMF dengan Pertumbuhan Ekonomi Iran
Dana Moneter Internasional (IMF) menyampaikan rasa optimis tentang pertumbuhan ekonomi Iran dan dengan menjalankan kebijakan-kebijakan yang tepat di bidang ekonomi, Iran telah mencapai pertumbuhan di luar ekspektasi.
Kepala IMF untuk Timur Tengah, Masood Ahmed mengatakan kepada The Associated Press bahwa ekonomi Iran mengalahkan ekspektasi dengan tumbuh sebesar 4,5 persen tahun 2016 dan jika faktor-faktor penghambat dapat dihapus, Iran bisa berharap untuk melanjutkan pertumbuhan ini di tahun-tahun mendatang.
Menurut Masood Ahmed, untuk melanjutkan pertumbuhan ini, Iran harus memodernisasi sistem perbankan dan industri manufaktur serta memungkinkan lebih banyak investasi asing masuk ke negara itu.
Di bagian lain laporannya, IMF menyoroti kondisi ekonomi di negara-negara Timur Tengah dan mengatakan bahwa kecuali Iran, mereka mencatat pertumbuhan ekonomi yang lemah akibat anjloknya harga minyak dan jika tren ini berlanjut, mereka kemungkinan akan menghadapi penurunan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.
Jika harga minyak tetap rendah, IMF memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara-negara Arab di Teluk Persia sekitar 1,7 persen tahun ini dan jika melihat kondisi yang ada, kecil kemungkinan mereka akan menyaksikan perbaikan tipis pada tahun 2017. IMF meminta negara-negara Arab di kawasan untuk mereformasi program ekonominya berdasarkan penurunan harga minyak.
Iran sendiri sejak empat tahun lalu mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan menjalankan kebijakan ekonomi resistensi, di samping mereformasi sektor pemerintah dan memangkas pengeluaran. Republik Islam juga menyusun perencanaan yang luas untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dalam situasi khusus.
Dalam hal ini, Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran Ali Tayebnia dalam pertemuan dengan Direktur IMF Christine Lagarde di New York pekan lalu, menjelaskan keberhasilan pemerintah di bidang ekonomi dalam kerangka kebijakan ekonomi resistensi.
"Dengan memperkuat dan mereformasi sistem perbankan, menstabilkan pasar valuta asing, dan menarik investasi asing, pemerintah Iran telah mengambil langkah-langkah penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan," ujarnya.
Setelah melaksanakan kebijakan ekonomi resistensi seperti yang diamanatkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, pemerintah Iran memandang sanksi dan penurunan harga minyak sebagai sebuah peluang untuk mengurangi ketergantungan anggaran kepada minyak dan mereka pun berhasil.
Menurut Bank Dunia, alasan lain keberhasilan Iran adalah diversifikasi ekonomi yang lebih banyak dan menurunnya ketergantungan pada pendapatan minyak, di mana minyak saat ini hanya memenuhi 30 persen dari pendapatan pemerintah.
Pemerintah Iran sekarang sedang mengejar program-program prioritas dalam kebijakan ekonomi resistensi untuk menstabilkan perekonomian, menghentikan pertumbuhan minus, dan menggairahkan ekonomi.
Tentu saja, strategi Iran untuk memperluas hubungan ekonomi dan politik dengan negara-negara lain juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi negara ini. (RM)