Friksi Internal NATO, Sinyal Peringatan untuk Pencegahan terhadap Rusia
-
NATO
Pars Today - Laporan media-media Barat menunjukkan bahwa eskalasi perpecahan internal di dalam Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO), terutama antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Eropanya, telah menimbulkan tantangan serius bagi pencegahan aliansi militer terhadap Rusia dan telah membuat masa depan kohesi transatlantik menjadi tidak pasti.
Organisasi Pakta Atlantik Utara yang telah menampilkan dirinya sebagai pilar utama keamanan Barat selama beberapa dekade, kini menghadapi krisis. Krisis yang bukan berasal dari kurangnya peralatan militer, tetapi dari terkikisnya kepercayaan politik di antara para anggotanya.
Ketidaksepakatan mengenai peran Amerika Serikat, komitmen pertahanan kolektif, dan bagaimana menangani Rusia telah menimbulkan pertanyaan baru tentang efektivitas aliansi tersebut.
Ketidaksepakatan Transatlantik dan Terkikisnya Kepercayaan
Associated Press menulis dalam sebuah analisis bahwa kemampuan NATO untuk mencegah Rusia telah melemah secara signifikan selama setahun terakhir. Media ini meyakini bahwa akar dari tren ini adalah meningkatnya perbedaan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Eropanya.
Perbedaan ini telah menyebabkan runtuhnya kepercayaan secara bertahap di antara 32 anggota NATO. Sementara itu, negara-negara Eropa dan Kanada telah menghabiskan miliaran dolar untuk mendukung Ukraina dan telah berkomitmen untuk secara signifikan meningkatkan anggaran pertahanan mereka.
Krisis Greenland; Melanggar Batas Merah
Associated Press menganggap pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang Greenland sebagai salah satu simbol paling jelas dari ketegangan ini. Ancaman untuk merebut wilayah yang bergantung pada Denmark ini telah dilihat oleh para analis sebagai pelanggaran batas merah NATO dan telah memiliki konsekuensi mendalam bagi kohesi aliansi.
Pada saat yang sama, pernyataan Trump yang meremehkan peran pasukan sekutu di Afghanistan telah memicu gelombang ketidakpuasan dan ketidakpercayaan di antara para anggota.
Pandangan Moskow tentang Perpecahan NATO
Laporan ini menambahkan bahwa Rusia memantau dengan cermat perpecahan NATO. Dari perspektif Moskow, pencegahan NATO hanya masuk akal jika Kremlin yakin akan respons kolektif aliansi ini, keyakinan yang kini telah terkikis.
Pernyataan para pejabat Rusia, termasuk Sergei Lavrov, tentang "perkembangan besar" di Eropa mencerminkan persepsi ini.
Pasal 5 dan Masa Depan Pencegahan yang Tidak Pasti
Associated Press memperingatkan bahwa ambiguitas dalam komitmen AS juga secara tidak langsung mempertanyakan prinsip pertahanan kolektif NATO yang diabadikan dalam Pasal 5. Dalam lingkungan seperti itu, bahkan peningkatan pengeluaran pertahanan oleh anggota Eropa pun gagal mengurangi kekhawatiran tentang masa depan pencegahan NATO.
Menurut media ini, krisis saat ini lebih merupakan krisis kepercayaan dan persatuan politik daripada krisis militer. Krisis yang, jika berlanjut, dapat membuat NATO lebih rentan terhadap tantangan keamanan di masa depan.(sl)