Tahun 2027, NATO Buat Sabuk Pertahanan Cerdas di Perbatasan Eropa-Rusia
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i184574-tahun_2027_nato_buat_sabuk_pertahanan_cerdas_di_perbatasan_eropa_rusia
Pars Today - Wakil Kepala Staf Komando Angkatan Darat NATO mengumumkan bahwa Organisasi Pakta Atlantik Utara berencana untuk menciptakan "sabuk pertahanan cerdas" di perbatasan Eropa-Rusia pada tahun 2027. Sebuah area yang akan beroperasi hampir tanpa kehadiran langsung pasukan manusia dan bertujuan untuk memperkuat pencegahan NATO terhadap potensi ancaman.
(last modified 2026-02-15T10:03:39+00:00 )
Jan 25, 2026 11:56 Asia/Jakarta
  • Bendera Rusia dan NATO
    Bendera Rusia dan NATO

Pars Today - Wakil Kepala Staf Komando Angkatan Darat NATO mengumumkan bahwa Organisasi Pakta Atlantik Utara berencana untuk menciptakan "sabuk pertahanan cerdas" di perbatasan Eropa-Rusia pada tahun 2027. Sebuah area yang akan beroperasi hampir tanpa kehadiran langsung pasukan manusia dan bertujuan untuk memperkuat pencegahan NATO terhadap potensi ancaman.

Menurut laporan IRNA pada Minggu (26/01/2026) pagi, Wakil Kepala Staf Komando AD NATO Thomas Löwen mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman Die Welt, "Sabuk pertahanan ini akan menjadi area yang harus dilewati oleh pasukan musuh sebelum maju."

Lowen juga menyatakan bahwa sabuk pertahanan ini akan mengaktifkan serangkaian peralatan pertahanan, termasuk drone bersenjata, kendaraan tempur semi-otonom, robot darat tak berawak, dan sistem pertahanan udara dan rudal otomatis, menggunakan sensor yang mendeteksi pergerakan musuh.

"Namun, keputusan akhir untuk menembak atau menggunakan senjata akan selalu dibuat oleh manusia," imbuhnya.

Lowen melanjutkan dengan menunjukkan bahwa sensor sistem senjata yang ditempatkan di sabuk pertahanan ini, yang seharusnya mencakup ribuan kilometer, akan ditempatkan di darat, di ruang angkasa, di udara, dan bahkan di dunia maya.

"Sensor-sensor ini mengumpulkan data yang berkaitan dengan pergerakan musuh atau penggunaan senjata dan menyediakannya kepada semua negara anggota NATO secara real-time," jelasnya.

Wakil Kepala Staf Komando Angkatan Darat NATO menyimpulkan dengan menyatakan bahwa rencana ini juga mencakup penguatan cadangan senjata, mempertahankan tingkat pasukan yang dikerahkan saat ini, dan menggunakan komputasi awan dan kecerdasan buatan untuk manajemen terpadu sistem pertahanan.

"Uji coba awal beberapa komponen sistem ini telah dimulai dalam bentuk proyek percontohan di Polandia dan Rumania," tambahnya.

Menurut surat kabar Jerman Die Welt, jika rencana itu berjalan sesuai rencana, sistem pertahanan ini akan beroperasi pada akhir tahun 2027.(sl)