Rouhani: Pemilu, Simbol Independensi Politik dan Kedaulatan Nasional
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, pemilu simbol independensi politik dan kedaulatan nasional Iran.
Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Jumat (26/2/2016) setelah memasukkan kertas suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kementerian Dalam Negeri Iran dalam pemilu parlemen ke-10 dan pemilu Dewan Ahli Kepemimpinan Iran ke-5.
"Pemerintah menilai suara rakyat sebagai amanah besar dan akan menjaga amanah ini dengan semua kemampuannya," imbuhnya.
Ia menuturkan, jika sebelum Revolusi Islam, tangan-tangan asing mengambil keputusan untuk mengelola negara, kini rakyat Iran sendiri yang memutuskan nasib negara mereka melalui kotak-kota suara.
Menurut Rouhani, partisipasi politik rakyat hari ini merupakan harapan mereka terhadap masa depan Iran dan kepercayaan kepada pemerintah.
"Hari ini, bangsa Republik Islam Iran kembali menciptakan epik besar dengan tekad, pemahaman dan pandangan mereka sendiri," ujarnya.
Presiden Iran lebih lanjut mengatakan, setiap parlemen yang terbentuk oleh pandangan mulia rakyat, maka terhormat bagi pemerintah dan semua rakyat akan menghormati suara mayoritas.
Pemilu parlemen ke-10 dan pemilu Dewan Ahli Kepemimpinan Iran ke-5 dimulai pada Jumat pagi di 1063 daerah pemilihan.
Lebih dari 52 ribu TPS tersebar di seluruh penjuru wilayah Iran dan sekitar 54.915.024 pemilih memenuhi syarat dalam dua pemilu ini. (RA)