Reaksi Iran atas Hasil Pilpres Amerika
-
Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut kebijakan-kebijakan Amerika dan intervensi atas urusan dalam negeri negara-negara kawasan, sebagai faktor utama meningkatnya kekerasan, ekstremisme dan terprovokasinya masyarakat Muslim kawasan.
Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Amerika (9/11) mereaksi hasil pemilu presiden di Amerika dan mengatakan, rakyat Iran memiliki pengalaman pahit dan tidak menyenangkan atas kebijakan-kebijakan terdahulu para politisi Amerika dalam beberapa dekade terakhir.
Qasemi menambahkan, yang penting, patut diperhatikan dan menjadi patokan bagi rakyat Iran adalah evaluasinya, kinerja dan kebijakan-kebijakan di lapangan pemerintah baru Amerika jauh lebih krusial ketimbang sikap dan statemen-statemennya di masa kampanye.
Jubir Kemenlu Iran menjelaskan, kondisi tidak stabil dan rentan yang saat ini melanda kawasan strategis Timur Tengah, Teluk Persia, Teluk Aden dan Laut Merah serta ancaman-ancaman akibat penyebaran kekerasan dan ekstremisme juga meluasnya pemikiran berbahaya dan terorisme berbagai kelompok seperti Daesh yang dilawan Iran, semuanya membuktikan perlunya peninjauan ulang dan keterbukaan pemikiran yang serius dalam kebijakan regional.
Media-media Amerika di akhir pemungutan suara pilpres negara itu di 50 negara bagian mengumumkan, Donald Trump akan melangkah ke Gedung Putih sebagai presiden Amerika yang ke-45.
Acara pelantikan Trump akan dilakukan pada Januari 2017 di Washington DC. (HS)