Pakar AS: Sanksi terhadap Iran Sangat tidak Adil
Seorang mantan ahli linguistik intelijen Amerika, mengatakan Amerika Serikat memiliki sejarah panjang melanggar perjanjian, tidak hanya di tingkat internasional, tapi juga di dalam wilayahnya sendiri.
Scott Rickard kepada Press TV, Senin (28/11/2016) menuturkan bahwa sanksi Barat terhadap Iran sangat tidak adil dan agresif, karena Tehran bertindak dalam kerangka perjanjian nuklir, sementara AS dan sekutu-sekutunya sedang melanggar perjanjian itu.
"Iran, Irak dan negara-negara lain sangat menderita akibat sanksi, yang bahkan melarang masuknya obat-obatan ke negara mereka dan tentu saja keselamatan industri penerbangan di Iran ... mereka juga sangat terpukul," jelasnya.
Pada 15 November lalu, DPR AS memperpanjang Undang-Undang Sanksi Iran untuk 10 tahun ke depan. UU ini diterapkan untuk menekan industri minyak Iran.
Pada 17 November, DPR AS juga meloloskan rancangan undang-undang untuk melarang penjualan lebih dari 100 pesawat komersial Boeing ke Republik Islam Iran. (RM)