Peran dan Risalah Wanita; Hijab dan Pakaian (3)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i27301-peran_dan_risalah_wanita_hijab_dan_pakaian_(3)
Hijab; Faktor Konsentrasi Kasih Sayang Wanita dan Pria dalam Rumah Tangga
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 03, 2016 14:03 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Hijab; Faktor Konsentrasi Kasih Sayang Wanita dan Pria dalam Rumah Tangga

Hijab yang ditetapkan oleh Islam, pandangan yang dilarang oleh Islam, pergaulan yang dilarang oleh Islam ini tujuannya adalah agar kalian, hati kalian dan kasih sayang kalian fokus pada satu titik. Kalian ibu-ibu dan juga kalian bapak-bapak. (dalam khutbah nikah, 30/3/1379)

Agama; Faktor Pengokoh dan Penolak Musibah Rumah Tangga

Bila kalian melihat di dalam Islam ada hijab, ada menutup wajah dan tidak adanya pergaulan antara wanita dan pria dan semacamnya, dan sebagian orang yang dangkal pemikirannya berkhayal bahwa ini adalah kata-kata fanatik, tidak! Ini adalah ucapan yang dalam. Tujuannya adalah agar rumah-rumah tangga dan hati para suami-istri tetap berada di tempatnya, rumah tangga ini tetap adanya. Ini untuk hal-hal tersebut. Ada yang namanya mahram. Ada yang namanya non mahram. Jangan melihat. Jangan bergaul. Jangan berjabat tangan. Jangan tertawa. Jangan memamerkan diri. Jangan berdandan di depan orang lain. Ucapan-ucapan yang disampaikan oleh Islam, yang dikatakan oleh agama, yang dikatakan oleh fikih, tujuannya adalah bila kalian menjaganya, maka rumah tangga kecil kalian, lembaga kecil yang telah terbentuk akan tetap kokoh dan akan selamat dari musibah-musibah yang ada. Suami dan istri merasa bahwa saling ada urusan dengan pasangannya, dengan rumah tangganya. Istri tidak akan merasa bahwa rumah baginya sebagai alat yang membelenggu tangan dan kakinya. Atau suami tidak akan merasa bahwa rumah dan istri sebagai alat yang mengganggunya. (dalam khutbah nikah, 15/12/1379)

Hijab dan Iffah Para Lelaki

Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para saudari yang mulia yang senantiasa berusaha menjaga hijab islaminya dan pakaiannya yang tepat selama musim panas ini dan mayoritas saudari kita yang telah berusaha melakukan hal ini. Salam sejahtera untuk mereka. Mereka mengatakan, engkau telah mengatakan kepada kami, kami pun mendengarkannya. Namun para saudara dengan kerah terbuka dan kemeja lengan pendek dan kondisi yang tidak tepat berada di jalan-jalan bahkan ikut serta salat Jumat. Saya ingin menyarankan bahwa perhatikanlah poin ini. Hijab bagi para saudari bentuknya seperti itu, dan bagi para saudara bentuknya seperti ini.

Hijab dan kehormatan diri bukan hanya khusus untuk perempuan. Wahai saudara-saudara muslim! Wahai para kaum muda! Kalian juga, jagalah iffah [kehormatan diri] dan hijab islami. Kalian juga harus tampil di lingkungan kerja dan lingkungan sosial dengan baju yang tepat. (dalam khutbah Jumat, 13/4/1359)

Hijab; Faktor Pencegah Kefasadan

Masalah hijab atau memandang non mahram yang semuanya telah ditekankan dalam Islam, -ada riwayat dan ayat-ayatnya dan pelbagai pembahasan tentangnya – pada hakikatnya adalah sebuah mukadimah. Tujuan aslinya adalah untuk mencegah tumbuhnya sel-sel yang membahayakan yang akan berubah menjadi gumpalan yang menghancurkan, dan mencegah sebuah penyakit dan musibah yang mematikan dan memusnahkan. Dan musibah itu antara lain adalah kefasadan, fahsya [kekejian] dan kebebasan seksual tanpa aturan. (dalam khutbah Jumat Tehran, 18/7/1365)

Hijab; Penolak Bala dari Segala Pemuas Seksual Wanita dan Pria yang Diimpor

Di bagian kedua* dimana wanita dijadikan sebagai alat pemuas kelezatan seksual lelaki – bukan pemuas kelezatan spiritual juga bukan mental, bukan kelezatan ilmiah; mungkin saja dua orang duduk bersama, yang satu menikmati pembicaraan bagus yang satunya, ilmunya, tidak. Tidak ada pembahasan seperti ini – tujuannya supaya lelaki dengan mudah menikmati seksual wanita. Ini seperti banjir dari Barat yang masuk ke negara-negara Islam yang tidak punya pertahanan dan penjagaan; negara kita juga demikian. Untungnya terjadi revolusi, sehingga bisa dibendung secara lumayan dan harus menjadi bendungan di hadapannya. Ini adalah bahaya besar. Musibah besar. Masalah hijab merupakan salah satu mukadimah perkara ini. Masalah pakaian dan baju juga demikian, masalah pergaulan wanita dan pria dan batas-batas pergaulan hendaknya menjadi pembendung bagi musibah besar ini yang merupakan sebuah musibah bagi wanita juga bagi pria, - tentunya juga mencakup penghinaan terhadap wanita tanpa mereka sadari-. Saat ini di dunia tengah dengan sengaja sedang menggarap masalah ini.

*wacana Barat tentang wanita memiliki beragam bagian. Dua bagian saja yang menonjol; pertama menjadikan wanita seperti lelaki. Bagian keduanya adalah menjadikan wanita sebagai alat pemuas kenikmatan seksual pria. (dalam pertemuan bersama para cendikiawan wanita hauzah dan universitas, 21/2/1392)

Hijab; Penghalang Percampuran Tanpa Aturan, Bukan Penghalang Kemajuan

Masalah hijab bukan berarti mengucilkan wanita. Bila seseorang memahami hijab seperti ini, maka pemahaman itu sepenuhnya salah dan menyimpang. Masalah hijab bermakna mencegah percampuran tanpa aturan wanita dan pria di tengah-tengah masyarakat. Percampuran ini selain merugikan wanita juga merugikan pria khususnya merugikan wanita. Hijab sama sekali tidak mengganggu dan menghalangi aktivitas politik, sosial dan keilmuan; dan bukti nyatanya adalah kalian sendiri. Mungkin sebagian orang merasa takjub dan sampai saat ini juga terheran-heran bahwa seorang wanita berada di tingkat atas keilmuan dalam bidang apapun sementara dia menyesuaikan dirinya dengan ajaran Islam di antaranya adalah masalah hijab. Hal ini bagi sebagian orang sulit baginya untuk percaya dan tidak bisa membayangkannya. (dalam pertemuan bersama para dokter wanita seluruh negeri, 26/10/1368)

Cadur; Model Hijab Yang Terbaik

Kami meyakini bahwa cadur adalah model hijab yang paling baik. Yakni cadur bisa menjaga hijab lebih baik. Ini adalah keyakinan saya. Ini adalah sebuah pendapat. Boleh jadi seseorang memiliki pendapat yang lain. Kami juga tidak punya pertikaian dengan pendapat yang berbeda itu. (dalam pertemuan bersama menteri dan para direktur kementrian budaya dan bimbingan Islam, 4/9/1371)

Cadur; Simbol Hijab

Di semua urusan yang dilakukan di masa rezim despotik [Shah Pahlevi] bisa disaksikan adanya sensitifitas secara khusus pada cadur para wanita. Sebabnya sudah pernah saya sampaikan; cadur adalah simbol hijab wanita. Bukan berarti cadur satu-satunya model yang bisa memenuhi hijab. Namun model terbaik yang bisa memenuhi hijab para wanita adalah cadur dan masalah hijab itu sendiri serta kelaziman hijab. Dari sisi lain ia [cadur] sebagai bendungan yang menghalangi pandangan para lelaki yang penuh syahwat dan pembendung banjirnya kefasadan dan fahsya [kekejian]. (dalam khutbah Jumat, 9/8/1365) (Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami

Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslam.