Arab Saudi dan Qatar Terlibat Kejahatan Perang di Suriah
Kepala Pusat Studi Strategis Iran di Dewan Penentu Kebijakan Negara, mengatakan kemenangan terbaru di Suriah membuat Amerika Serikat dan para sponsor ekstremisme di kawasan berputus asa.
Ali Akbar Velayati dalam pertemuan dengan Duta Besar Suriah untuk Iran, Adnan Hassan Mahmoud di Tehran, Kamis (22/12/2016) menuturkan bahwa Suriah sekarang lebih kuat dari masa lalu dalam menghadapi musuhnya. Demikian dikutip kantor berita IRIB.
Menurut Velayati, bangsa dan pemerintah Suriah dalam beberapa tahun terakhir telah memperlihatkan perlawanan yang luar biasa terhadap teroris, para sponsor mereka di kawasan dan rezim Zionis Israel.
"Di masa depan, musuh akan melakukan upaya lebih besar untuk mematahkan perlawanan. Oleh karena itu, konspirasi mereka harus digagalkan dengan kewaspadaan dan kerjasama," tandasnya.
Terkait peran Arab Saudi dan Qatar dalam menciptakan konflik di Suriah, Velayati menuturkan, kedua negara itu terlibat kejahatan perang dengan merekrut orang-orang bayaran serta memberikan senjata dan upah kepada mereka.
"Kehadiran Turki di samping para pendukung Suriah termasuk Iran dan Rusia akan menguntungkan keempat pihak dalam perang kontra-terorisme," tegasnya.
Ia yakin bahwa rakyat dan pemerintah Suriah mampu memenangi perang menyeluruh, yang melibatkan sekitar 80 negara boneka dan teroris dengan dukungan Amerika, Eropa, Zionis dan beberapa negara regional. (RM)