Kemampuan Ekonomi Iran untuk Berpartisipasi di Pasar Negara Berkembang
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185188-kemampuan_ekonomi_iran_untuk_berpartisipasi_di_pasar_negara_berkembang
Pars Today - Menteri Ekonomi dan Keuangan Republik Islam Iran tiba di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, untuk menghadiri Konferensi untuk Ekonomi Pasar Berkembang (ACEME).
(last modified 2026-02-08T11:40:15+00:00 )
Feb 08, 2026 18:38 Asia/Jakarta
  • Sayid Ali Madani Zadeh, Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran
    Sayid Ali Madani Zadeh, Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran

Pars Today - Menteri Ekonomi dan Keuangan Republik Islam Iran tiba di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, untuk menghadiri Konferensi untuk Ekonomi Pasar Berkembang (ACEME).

Sayid Ali Madani Zadeh, Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran, pada hari Sabtu, (7/2/2026), tiba di Riyadh dengan memimpin delegasi untuk menghadiri Konferensi untuk Ekonomi Pasar Berkembang (ACEME) dan melakukan pertemuan bilateral. Ia disambut oleh Alireza Enayati, Duta Besar Republik Islam Iran di Arab Saudi.

 

Partisipasi dalam Konferensi Kedua Pasar Berkembang dan melakukan pertemuan bilateral dengan rekan-rekan sejawat dari negara-negara lain yang hadir dalam konferensi tersebut merupakan agenda utama perjalanan Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran ke Arab Saudi.

 

Konferensi Kedua Pasar Berkembang ini diselenggarakan bersama oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Pemerintah Arab Saudi, dengan partisipasi lebih dari 50 negara, dan akan diadakan di kota "Al-Ula".

 

Kehadiran Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran di Konferensi Kedua Pasar Berkembang di Arab Saudi dapat dianggap sebagai tanda semakin aktifnya diplomasi ekonomi Iran dan upaya untuk hadir secara lebih efektif dalam bidang ekonomi internasional. Kehadiran ini terjadi pada saat dunia bergerak menuju pola-pola baru kerja sama antara negara-negara independen dan negara-negara berkembang.

 

Iran, dalam bidang ilmiah dan ekonomi, telah membuat kemajuan yang signifikan dengan lebih dari 7.000 perusahaan berbasis teknologi yang aktif di berbagai bidang seperti teknologi nano, bioteknologi, kecerdasan buatan, dan energi terbarukan.

 

Produksi massal di sektor-sektor seperti obat bioteknologi, radiofarmaka, produk medis, dan selain itu industri pertahanan canggih di Iran, menunjukkan infrastruktur teknologi domestik yang juga memiliki potensi untuk ekspor regional. Universitas dan pusat riset di Iran juga setiap tahun menghasilkan ribuan spesialis di bidang teknik dan rekayasa, yang menyediakan tenaga kerja untuk ekonomi berbasis pengetahuan.

 

Iran memiliki salah satu cadangan gas alam terbesar dan cadangan minyak terbesar keempat di dunia, menjadikannya salah satu negara kunci dalam keamanan energi global. Posisi geografis Iran yang menghubungkan Timur dan Barat (melalui jalur koridor utara–selatan) juga memungkinkan negara ini menjadi pusat transit dan perdagangan regional.

 

Iran memiliki pasar domestik dengan sekitar 90 juta penduduk dan sejumlah besar tenaga kerja terdidik dan profesional di berbagai bidang ekonomi, ilmiah, dan teknologi, yang menjadikan negara ini berada dalam posisi unik di kawasan. Industri otomotif, petrokimia, dan baja Iran termasuk di antara 10 produsen terbesar di benua Asia dalam berbagai kategori.

 

Dunia saat ini menyaksikan pembentukan jenis tatanan ekonomi multipolar. Ketergantungan historis negara-negara berkembang terhadap Barat, terutama Amerika, telah menyebabkan ketidaksetaraan dalam akses ke sumber daya finansial dan teknologi. Oleh karena itu, penyelenggaraan konferensi pasar-pasar berkembang dapat menjadi langkah untuk mengubah ketidakseimbangan ini.

 

Negara-negara independen dapat dengan mendirikan sistem keuangan alternatif (menggunakan mata uang lokal, menghapus dolar dari perdagangan), transfer teknologi, investasi bersama dalam proyek infrastruktur dan energi bersih, serta mengembangkan pasar konsumen bersama antara negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk menciptakan pasar ekonomi yang berkembang pesat, tentu saja tanpa ketergantungan pada Amerika dan Barat. Dalam kerangka ini, Iran dapat memainkan peran penting sebagai penghubung antara Timur dan Barat Asia dalam pembentukan pasar ini.

 

Dengan infrastruktur teknologi, sumber daya alam yang kaya, dan tenaga kerja terampil, Iran mampu memainkan peran efektif dalam pembentukan pasar-pasar berkembang. Kehadiran aktif dalam konferensi seperti ini tidak hanya merupakan kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan domestik, tetapi juga menyediakan ruang untuk interaksi konstruktif dengan negara-negara independen dan mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan dan teknologi Barat.

 

Bergantung pada ekonomi berbasis pengetahuan, energi, transportasi, dan kerja sama regional, Iran dapat mendefinisikan ulang posisinya dalam tatanan ekonomi global yang baru dan menjadi salah satu pusat yang efektif dalam jaringan negara-negara berkembang yang saling terhubung.

 

Partisipasi yang terarah dalam pasar-pasar berkembang akan menjadi kesempatan bagi Iran untuk mendiversifikasi ekonomi, meningkatkan ekspor non-minyak, menarik investasi asing, dan memperkuat kemandirian ekonomi. (MF)