Araghchi: Iran Tidak Takut Formasi Militer Lawan di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185176-araghchi_iran_tidak_takut_formasi_militer_lawan_di_kawasan
Pars Today - Menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak takut dengan ancaman militer, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan: Iran adalah negara yang berwawasan diplomasi dan logika, dan siap untuk membela diri sehingga tidak ada pihak yang berani memaksakan perang kepada bangsa Iran.
(last modified 2026-02-08T09:21:09+00:00 )
Feb 08, 2026 19:19 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi
    Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi

Pars Today - Menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak takut dengan ancaman militer, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan: Iran adalah negara yang berwawasan diplomasi dan logika, dan siap untuk membela diri sehingga tidak ada pihak yang berani memaksakan perang kepada bangsa Iran.

Pada hari Minggu (08/02/2026), dalam "Kongres Kebijakan Luar Negeri Nasional Republik Islam Iran", Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi merujuk pada prinsip-prinsip dasar kebijakan luar negeri Iran dan menambahkan, "Saat ini, formasi militer lawan di kawasan tidak membuat kami takut. Karena Republik Islam Iran, sambil berpegang teguh pada diplomasi, memiliki kemampuan pertahanan dan pencegahan yang diperlukan."

Menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Republik Islam berakar pada keinginan rakyat Iran untuk merdeka, Araghchi menambahkan, "Slogan utama Revolusi Islam, "Kemerdekaan, Kebebasan, Republik Islam", adalah hasil dari pengalaman sejarah pahit intervensi asing dan kurangnya kemerdekaan sejati pada periode pra-revolusi. Sebuah pengalaman yang mendorong rakyat Iran untuk menuntut kemerdekaan sejati."

Merujuk pada prinsip-prinsip konstitusi Republik Islam Iran, Menlu Iran mengatakan, “Menolak dominasi dan mencegah pengaruh asing adalah pilar fundamental sistem Republik Islam, dan tanpa memahami prinsip ini, kebijakan luar negeri Iran selama 47 tahun terakhir tidak akan dapat dipahami.”

Menteri Luar Negeri Iran menganggap program nuklir damai Iran sebagai contoh pendekatan yang berorientasi pada kemerdekaan ini dan menyatakan, “Ketegasan Iran dalam pengayaan uranium tidak hanya didasarkan pada kebutuhan teknis dan pembangunan negara, tetapi juga berasal dari prinsip tidak menerima perintah dan dominasi asing. Tidak ada negara yang berhak memberi tahu Iran apa yang seharusnya atau tidak seharusnya dimilikinya.”

Menekankan bahwa cara untuk memastikan sifat damai program nuklir Iran semata-mata melalui diplomasi, Araghchi mengatakan, “Pilihan non-diplomatik telah dicoba dan tidak membuahkan hasil. Pengetahuan dan teknologi tidak dapat dihancurkan dengan pengeboman.”

Menteri Luar Negeri Iran menyatakan, “Republik Islam Iran adalah negara yang siap secara diplomatik dan defensif. Jika bahasa penghormatan digunakan, maka akan diberikan tanggapan yang penuh hormat, dan jika bahasa kekuatan dipilih, Iran akan bereaksi sesuai dengan itu.”(sl)