Kasus Epstein dan Dualitas Respons Politik di Dua Sisi Atlantik
https://parstoday.ir/id/news/world-i185200-kasus_epstein_dan_dualitas_respons_politik_di_dua_sisi_atlantik
ParsToday - Cara penanganan nama-nama dan pejabat yang terkait dengan kasus miliarder Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, menunjukkan perbedaan signifikan di kedua sisi Samudera Atlantik.
(last modified 2026-02-09T04:31:56+00:00 )
Feb 09, 2026 11:30 Asia/Jakarta
  • Kasus Epstein dan tokoh yang terlibat
    Kasus Epstein dan tokoh yang terlibat

ParsToday - Cara penanganan nama-nama dan pejabat yang terkait dengan kasus miliarder Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, menunjukkan perbedaan signifikan di kedua sisi Samudera Atlantik.

Sementara pengungkapan dimensi baru dari kasus Jeffrey Epstein di Eropa telah membawa konsekuensi nyata bagi politisi dan tokoh terkemuka, respons di Amerika Serikat lebih terbatas. Banyak tokoh politik dan ekonomi ternama yang namanya disebut dalam kasus ini hingga kini belum menghadapi konsekuensi serius.

Melaporkan dari IRNA, ParsToday menyebutkan bahwa cara penanganan nama dan pejabat terkait kasus Epstein di kedua sisi Atlantik memiliki perbedaan yang berarti. Pada praktiknya, kasus ini di Eropa telah menjadi krisis politik yang berujung pada penangguhan, pengunduran diri, atau dimulainya penyelidikan hukum terhadap sejumlah pejabat. Namun, di Amerika, kasus ini tidak memicu respons politik yang luas.

Majalah Politico dalam sebuah laporan menulis, "Di Norwegia, seorang diplomat senior telah ditangguhkan lebih dulu dan penyelidikan polisi terhadap seorang mantan Perdana Menteri telah dimulai. Di Inggris, mantan duta besar negara itu untuk AS juga dicopot dari jabatannya dan mengundurkan diri dari House of Lords. Polisi sedang menyelidiki laporan-laporan yang menyatakan bahwa ia memberikan informasi sensitif kepada Epstein.

Sebelumnya, Pangeran Andrew, putra Ratu Inggris, telah dicabut gelar-gelar kerajaan dan tempat tinggal resminya. Selain itu, sebuah lembaga amal yang terkait dengan Sarah Ferguson, mantan istrinya, ditutup tanpa batas waktu setelah publikasi email-email yang memuji Epstein dengan kata-kata yang mengagungkan. Tindakan-tindakan di Eropa ini sebagian besar dilakukan sebagai respons terhadap tekanan opini publik dan pembersihan iklim politik.

Sebaliknya, di Amerika Serikat, tidak ada politisi terkemuka yang secara serius tersingkir dari panggung politik. Menurut Politico, Partai Republik yang dekat dengan Donald Trump, meskipun terdapat publikasi dokumen terkait koneksinya dengan Epstein dan beberapa klaim baru, sebagian besar tetap mendukungnya. Trump telah membantah segala pelanggaran dan mengklaim telah memutus hubungan dengan Epstein bertahun-tahun yang lalu.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, juga tetap bertahan di posisinya meskipun email-email tentang hubungan yang lebih dekat dengan Epstein telah dipublikasikan. Juru bicaranya menyatakan bahwa interaksinya dengan Epstein terbatas dan tidak ada tuduhan resmi yang dihadapkan kepadanya. Selain itu, perusahaan Goldman Sachs dan CEO-nya telah mendukung penasihat hukum mereka yang mendapat tekanan media dalam kasus ini karena menerima hadiah-hadiah mahal.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa nama beberapa pejabat dan duta besar AS muncul dalam dokumen terkait Epstein, tapi tidak ada konsekuensi spesifik bagi mereka. Bagi banyak tokoh terkenal yang dikaitkan dengan kriminal seksual ini, termasuk Steve Bannon, mantan penasihat dan strategis Trump, dan miliarder AS Elon Musk, kerusakan yang dialami hanyalah terhadap reputasi publik mereka.

Musk dalam sebuah pesan di platform media sosial X menekankan, "Yang penting adalah penuntutan hukum terhadap mereka yang melakukan kejahatan bersama Epstein. Tanpa setidaknya satu orang yang ditangkap, pengungkapan dokumen hanyalah sebuah pertunjukan dan pengalihan opini publik."

Menurut Rufus Gifford, mantan Duta Besar AS untuk Denmark, masyarakat Amerika harus melakukan refleksi serius dalam hal ini dan bertanya mengapa tidak menunjukkan respons yang serupa dengan Eropa. Menurut analisis Politico, di Amerika hanya segelintir orang yang telah mengundurkan diri dari jabatan mereka, sementara bagi banyak tokoh terkenal, skandal ini belum membawa konsekuensi praktis yang serius.(sl)