Presiden Iran dan Rusia Bahas Perkembangan di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i29719-presiden_iran_dan_rusia_bahas_perkembangan_di_suriah
Presiden Iran dan Rusia menyambut baik gencatan senjata di Suriah, dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kampanye internasional memerangi terorisme dan kelompok-kelompok teroris, termasuk Daesh dan Front al-Nusra.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 01, 2017 07:58 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran dan Rusia Bahas Perkembangan di Suriah

Presiden Iran dan Rusia menyambut baik gencatan senjata di Suriah, dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kampanye internasional memerangi terorisme dan kelompok-kelompok teroris, termasuk Daesh dan Front al-Nusra.

Presiden Hassan Rouhani dan Presiden Vladimir Putin dalam pembicaraan telepon pada Sabtu (31/12/2016) malam, menyatakan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan di Suriah.

Mereka menyerukan koordinasi untuk memasok bantuan kemanusiaan ke Suriah dan membahas rencana perundingan damai antara pemerintah Damaskus dan oposisi, yang akan digelar di Astana, ibukota Kazakhstan.

"Pengiriman bantuan kemanusiaan kepada rakyat Suriah, khususnya di daerah-daerah yang dikepung oleh teroris diperlukan dan juga sangat penting untuk mempertahankan gencatan senjata," tegas Rouhani.

Ia mengucapkan selamat Tahun Baru kepada Presiden Putin, dan menekankan pentingnya koordinasi di antara kedua negara sebelum perundingan damai Astana.

Pada kesempatan itu, presiden Rusia mengatakan bahwa gencatan senjata terbaru merupakan hasil dari kerjasama dan koordinasi semua negara, yang mendukung perdamaian dan ketenangan di Suriah, terutama Iran dan Rusia.

"Tugas kita semua adalah mempertahankan pencapaian ini dan melanjutkan kampanye internasional melawan terorisme," ujar Putin.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya melakukan konsultasi rutin antara Moskow dan Tehran sebelum perundingan damai Astana.

"Rusia siap bekerja sama dengan kelompok-kelompok di Suriah yang terlibat dalam perundingan damai. Moskow juga tidak akan membiarkan kelompok teroris seperti Daesh dan Front al-Nusra serta organisasi-organisasi serupa, dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata," tandasnya. (RM)