Shamkhani: Semua Negara harus Hormati Prinsip Demokrasi di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i31048-shamkhani_semua_negara_harus_hormati_prinsip_demokrasi_di_suriah
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran mengatakan, upaya sejumlah negara termasuk Amerika Serikat untuk memutuskan masa depan Suriah bertentangan dengan prinsip demokrasi dan hak untuk menentukan nasib bangsa-bangsa.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jan 16, 2017 15:34 Asia/Jakarta
  • Shamkhani: Semua Negara harus Hormati Prinsip Demokrasi di Suriah

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran mengatakan, upaya sejumlah negara termasuk Amerika Serikat untuk memutuskan masa depan Suriah bertentangan dengan prinsip demokrasi dan hak untuk menentukan nasib bangsa-bangsa.

Ali Shamkhani mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan The Tehran Foreign Policy Studies Quarterly pada Senin (16/1/2017).

 

"Dukungan kepada Suriah dan Bashar al-Assad, Presiden sah negara ini, dalam kerangka strategi Republik Islam Iran untuk melindungi Front Muqawama dan memerangi terorisme, "imbuhnya.

 

Ia menegaskan, demokrasi di Suriah sangat lebih baik ketimbang demokrasi di negara-negara yang didukung AS.

 

"Bashar al-Assad memiliki popularitas baik di Suriah, dan menurut pandangan rakyat negara ini, ia mampu bertahan dalam krisis terbaru, "ujarnya.

 

Shamkhani menjelaskan, kemenangan di Aleppo telah mengungkap rahasia tersembunyi dari bantuan langsung sejumlah negara kepada front terorisme, di mana sebelumnya negara-negara pendukung terorisme-Takfiri mengingkarinya.

 

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran mengatakan bahwa kekacauan tatanan di kawasan akan meugikan semua negara dan hanya menguntungkan rezim Zionis Israel.

 

"Negara-negara seperti Turki dan Arab Saudi harus memperjelas tugas mereka, sebab, kedua negara ini juga tidak terlepas dari kemajuan rencana negara-negara Barat untuk membagi kawasan, "ujarnya.

 

Shakhani menegaskan, Iran selalu mendukung persatuan negara-negara regional, sebab, Tehran menilai pembagian negara-negara di kawasan akan membuka peluang bagi berkuasanya pemikiran teroris terhadap negara-negara Muslim, di mana hal ini bertentangan dengan strategi dunia Islam. (RA)