Peran dan Risalah Wanita; Melepas Hijab dan Kebebasan Tak Beraturan (3)
-
Muslimah Iran
Ketelanjangan; Keinginan Barat Barat dan para pengekornya menginginkan ketelanjangan wanita di Iran. Mereka mengejar tujuan kesetanannya, yakni menjadikan seluruh masyarakat tidak berkeyakinan dan kebebasan tak beraturan wanita. (dalam pertemuan dengan para wanita muslim Iran dan 9 negara di dunia, 9/11/1367)
Pakaian Non Hijab; Faktor Penghancur Benteng Iffah Para Wanita
Salah satu cara dan rencana sistem asing yang ingin menguasai negara dan bangsa ini adalah menjauhkan para wanita dari hijab Islam. Masyarakat bertahan. Para wanita muslim telah memusnahkan konspirasi ini dengan resistensinya. Namun pendidikan jangka panjang dan propaganda yang meracuni semua sisi serta berbagai tekanan pada akhirnya berhasil menyeret satu kalangan dari para wanita negara ini pada pakain non hijab. Pakaian non hijab di negara ini menjadi sebuah alat untuk menghancurkan bendungan iffah [Kehormatan Diri] para wanita dan menyebarkan budaya ketelanjangan di tengah-tengah masyarakat. Semua orang menyaksikan periode masa lalu. Yakni mayoritas masyarakat ini lima, enam tahun yang lalu masih ingat, memperhatikan dan tahu apa yang telah terjadi di negara ini dan bagaimana pakaian non hijab menimpa nasib wanita dan lelaki, tua dan muda negara ini. Sekarang kebanyakan orang yang pada masa itu terpaksa harus berpakain non hijab karena berada di bawah tekanan propaganda, ancaman dan berbagai macam tekanan, bisa bernafas dengan nyaman. (dalam khutbah salat Jumat, 16/10/1362)
Strategi Menyebarkan Kefasadan dan Kekejian Untuk Menyingkirkan Generasi Muda
Terkait asal muasal masalah ini [pakaian non hijab], ada dua hal yang berdampingan yang harus saya katakan; satunya adalah politik penjajahan Barat di negara kita adalah menyebarkan kekejian dan kefasadan. Tidak boleh seorang pun ragu dalam masalah ini. Dengan perantara ini, mereka berpikir akan berhasil mencegah generasi kita khususnya generasi muda baik lelaki maupun perempuan dari semangat revolusi, gerakan revolusi dan dari kerja dan pembangunan dan menyibukkan mereka dengan masalah seksual, masalah kekejian dan kemunkaran. Tentunya pemikiran mereka benar. Bila dalam sebuah negara terjadi penyebaran hal-hal semacam ini, maka para pemuda yang seharunya sibuk bekerja, berusaha dan membangun, mereka akan sibuk dengan dandanan, pakaian dan memenuhi syahwat dan hawa nafsu dan semacamnya, akibatnya negara ini akan buruk dan pahit dan hancurlah kehidupan masyarakatnya. Khususnya negara kita yang dalam masa pembangunan dan kita membutuhkan gerakan besar dan semua sisi masyarakat khususnya generasi muda untuk pembangunan. Mereka sedang mengerjakan hal ini di negara kita. Kami tahu bahwa penampilan dengan pakaian yang tidak pantas, non hijab dan hijab yang tidak pantas, memakai pakaian yang tidak tepat, menerima nama-nama yang tidak baik dimana di dunia terkenal sebagai orang-orang yang menyimpang baik dari sisi seksual maupun dari sisi syahwat. Hal ini sekarang di Iran sedang mengalami penyebaran dari strategi dunia. Kami mengetahui hal ini. Sebagaimana kami juga tahu bahwa sebagain dari pakaian yang disukai dan dipakai oleh para pemuda kita yang lalai, dengan berbagai nama dan saya tidak akan menyebutkan namanya. Pakaian-pakaian dan baju-baju ini dijual oleh toko-toko yang terikat pada kelompok-kelompok tertentu dan bahkan menjualnya dengan harga yang murah. Padahal baju-baju lainnya mahal atau misalnya kain yang tidak murah, di tengah-tengah masyarakat kita, baju ini di sebagian toko dijual sangat murah.
Semua ini untuk apa? Dalam upaya menyibukkan masyarakat khususnya generasi muda dan lebih khusus lagi pemuda berpendidikan pada hal-hal yang rendah dan hina dan menjauhkan mereka dari program revolusi. Semuanya harus mengetahui hal ini. Kalian lihat! Sekarang, berapa ribuan atau berapa juta dari pemuda-pemuda negara yang berada di medan perjuangan, di jihad pembangunan, gerakan pemberantasan buta huruf, lembaga-lembaga dan badan-badan lainnya yang bekerja untuk revolusi dan masyarakat. Siapakah para pemuda ini? Mereka adalah para pemuda negara ini. (dalam wawancara dengan Irib, 3/2/1364)
Hijab Yang Tidak Pantas dan Kebebasan Tak Beraturan; Faktor Kekejian dan Menjauhkan Para Pemuda Dari Revolusi
Apa yang terjadi dibalik layar hijab yang tidak pantas ini? Semuanya hanya lahiriyahnya perkara atau bincang-bincang seorang anak perempuan dan anak lelaki di jalan yang kalian lihat yang membuat pemuda hizbullah kita atau keluarga syahid marah, ini hanya lahiriyah setiap perkara saja. Di balik layar perkara adalah masalah sebuah jaringan berbahaya kefasadan yang sedang menguat dari sisi seluruh perancang politik Barat anti revolusi, untuk menyeret masyarakat pada kefasadan dalam upaya bisa menjadikan fasad para pemuda dan masyarakat kita. Mereka juga memprediksi untuk semua masyarakat yang memiliki sedikit kesiapan. Mereka merancang program untuk pemuda, untuk anak, untuk remaja, untuk anak perempuan, anak lelaki bahwa orang lelaki dan para wanita yang telah melewati usia muda dan ingin menyebarkan jaringan kefasadan semacam ini di dalam negeri dengan perantara anasir yang terikat pada diri mereka. Sebabnya satu, yaitu ingin menghancurkan keselamatan masyarakat dan mengambil generasi muda kita dari revolusi dan menghancurkan pandangan politik negara kita yang sudah merasuk pada pria dan wanita, tua dan muda dan semuanya. Mereka ingin menyibukkan [masyarakat], seperti hewan, seperti masyarakat yang ada di negara-negara itu yang tidak memperhatikan masalah politik, akhlak, dan nilai-nilai serta gerakan kemanusiaan.
Kembali Ke Budaya Barat; Mustahil Dan Terlarang
Masyarakat kita harus membuka mata dan telinganya. Kembali ke arah budaya fasad dan menyimpang Barat, di kalangan masyarakat revolusioner dan Islam kita adalah mustahil dan terlarang. Bangsa dan para pejabat revolusi kita tidak mungkin mengizinkan sehingga perilaku dan kehidupan masyarakat kembali menuju pada budaya fasad Barat yangtelah disuntikkan secara paksa pada bangsa ini. Orang-orang yang membaca sejarah masuknya pakaian non hijab dan ketelanjangan para wanita di tengah-tengah masyarakat kita melalui keluarga busuk Pahlevi atau orang-orang yang menyaksikan masa-masa itu sesuai dengan usianya, tahu bagaimana mereka memasukkan pakaian non hijab dan ketiadaan batas dan percampuran antara wanita dan pria ke dalam negara dan memaksakannya kepada bangsa. Bangsa kita tidak menerima fenomena ini dengan mudah. Tapi sayangnya, karena berlalunya dua generasi di bawah naungan keluarga Pahlevi sampai kemenangan revolusi, sekelompok orang lahir dengan budaya ini dan tidak memahami kejelekannya dan tidak mengenal keselamatan lingkungan Islam yang menyenangkan. Sistem-sistem propaganda kita juga tidak punya kemampuan untuk mengenalkan buruknya budaya Barat kepada mereka. (dalam pertemuan dengan para dokter, 15/9/1368) (Emi Nur Hayati)
Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami
Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami