Intelijen AS Kocar-kacir: Pertukaran Data Iran Macet!
https://parstoday.ir/id/news/world-i190874-intelijen_as_kocar_kacir_pertukaran_data_iran_macet!
Pars Today – Timbulnya perbedaan pendapat dan perpecahan internal di lembaga-lembaga intelijen Amerika Serikat telah menyebabkan terhentinya pertukaran intelijen mengenai perang Iran.
(last modified 2026-06-03T08:05:40+00:00 )
Jun 03, 2026 15:01 Asia/Jakarta
  • Amerika
    Amerika

Pars Today – Timbulnya perbedaan pendapat dan perpecahan internal di lembaga-lembaga intelijen Amerika Serikat telah menyebabkan terhentinya pertukaran intelijen mengenai perang Iran.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Reuters, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) telah menghentikan pertukaran intelijen tentang Iran dengan Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) negara tersebut .

 

CIA menyatakan bahwa di tengah perselisihan mengenai pembagian wewenang dan pertukaran intelijen, CIA telah menghentikan partisipasinya dalam penilaian intelijen tertentu, termasuk penilaian yang berkaitan dengan perang melawan Iran .

 

Badan intelijen ini menambahkan bahwa perselisihan antara CIA dan ODNI, yang telah berlangsung lebih dari satu tahun, telah mengganggu analisis bersama di bidang keamanan nasional yang selama ini diandalkan oleh para presiden AS .

 

Sumber-sumber terpercaya menyatakan bahwa CIA dan ODNI saat ini beroperasi secara terpisah . CIA menegaskan bahwa perbedaan antara kedua belah pihak dimulai pada Februari tahun lalu .

 

The Washington Post sebelumnya juga merujuk pada perbedaan tajam antara CIA dan ODNI pada masa kepresidenan Donald Trump saat ini .

 

Sebelumnya, Tulsi Gabbard telah mengundurkan diri sebagai Direktur Intelijen Nasional AS . Sikap Gabbard dalam sidang dengar pendapat Kongres pada bulan Maret disebut-sebut bertentangan dengan klaim palsu Trump yang menggambarkan Iran sebagai "ancaman yang akan segera terjadi" sebelum dimulainya serangan AS dan Tel Aviv . Trump sebelumnya telah merujuk pada perbedaan pendapat dengan Gabbard mengenai pendekatan mereka terhadap Iran, dan pada bulan Maret mengatakan bahwa Gabbard bersikap lebih lunak terhadap Tehran . (MF)